Presiden Minta Pers Awasi Proses Pembangunan Demokrasi

Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta  kalangan pers untuk mengoptimalkan upaya pembangunan demokrasi nasional antara lain dengan turut mengawasi pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah terkait isu politik uang.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada wartawan dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin [06/02] siang, setelah bertemu dengan Presiden mengatakan Kepala Negara meminta agar kalangan pers terus berperan aktif dalam mengawasi proses demokrasi, termasuk pelaksanaan pemilukada sehingga mencegah adanya politik uang.

“Meminta bantuan pers agar hal-hal yang mengkhawatirkan pembangunan demokrasi seperti pemilukada, apabila pemilukada disertai praktek tidak sehat seperti money politics. Dengan begitu akan dihasilkan kepala daerah yang berkualitas dan memiliki integritas yang baik,” kata Bagir.

Bagir Manan mengatakan Presiden sangat mencemaskan bila penggunaan politik uang dalam pemilukada terjadi karena hal tersebut bisa menghambat pembangunan demokrasi Indonesia yang saat ini sedang berkembang dengan pesat.

Selain meminta pers mengawasi pelaksanaan pembangunan demokrasi nasional, Presiden juga menyampaikan agar pers terus memegang peran dalam memberikan informasi kepada masyarakat sehingga hak masyarakat untuk mengetahui dapat dipenuhi oleh pers.

“Pers diminta terus berperan menjadi media bagi rakyat untuk melaksanakan ‘hak untuk tahu’, pers berperan agar bagaimana agar masyarakat tahu masalah-masalah yang bersifat nasional maupun internasional,” katanya.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan bersama Ketua PWI Margiono dan sejumlah tokoh pers serta panitia peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012, bertemu dengan Presiden untuk meminta kesediaan kepala negara hadir dalam puncak peringatan HPN 2012 di Jambi 9 Februari mendatang.

Kepala Negara menerima sejumlah tokoh pers antara lain Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat H Dahlan Iskan, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Umum PWI dan HPN H Margiono, dan Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Rohmad Hadiwijoyo.

Selain itu, Tarman Azzam, Bambang Harymurti, August Parengkuan, Wina Armada Sukardi, Sofjan Lubis dan Sabam Siagian serta Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam dan Menkominfo Tifatul Sembiring.

 

Minta Pers Mulai Diskusikan Pemilu 2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers mulai memberikan ruang dan juga membuka wacana publik mengenai penyelenggaraan Pemilu 2014 agar sejak dini masyarakat memahami peta politik, latar belakang partai politik dan juga calon pemimpin yang bertarung dalam perhelatan politik nasional tersebut.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada wartawan dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin, mengatakan Presiden Yudhoyono menilai pemilu 2014 turut menentukan langkah bangsa berikutnya karena menyangkut pergantian pimpinan nasional dan juga pemilihan anggota legislatif.

“Presiden meminta pada pers agar mulai memperhatikan peristiwa yang akan berlangsung pada 2014 (pemilu-red). Beliau menganjurkan agar pers mulai mendiskusikan hal tersebut sekaligus memberikan ruang pada mereka yang potensial untuk memimpin Indonesia nantinya,” kata Bagir Manan mengutip kata-kata Presiden.

Menurut mantan Ketua MA tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dalam peran pers untuk memajukan kehidupan bangsa dan Kepala negara menyampaikan kembali komitmennya untuk menjaga kemerdekaan pers di tanah air.

Meski Presiden mengatakan selalu ada kemungkinan akses dari kemerdekaan pers, hal tersebut lebih baik dibandingkan tidak ada kemerdekaan pers sama sekali.

“Presiden menyampaikan pesan pada pers, komitmen kemerdekaan pers itu merupakan salah satu hal yang tidak perlu dipersoalkan, dengan bahasa meski kemungkinan ada ekses kemerdekaan pers,  itu lebih baik daripada tidak ada kemerdekaan pers,” katanya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan Presiden menilai 2014 merupakan waktu yang penting sekali karena akan berlangsung regenerasi kepemimpinan sehingga masyarakat perlu mengetahui sosok calon pemimpinnya, latar belakangnya termasuk partai-partai yang akan mengikuti pemilu 2014.

“Itu penting untuk disosialisasikan, kandidat yang tampil, juga partainya, (latar belakang,red) background kandidatnya perlu pembelajaran, penjelasan itu perlu. Pers diminta mulai mensosialisaikan,” katanya.

Mengenai peran pers dalam kehidupan bernegara, Tifatul menyatakan Presiden sangat menghargai usaha-usaha yang dilakukan pemangku kepentingan di sektor pers seperti Dewan Pers dan asosiasi wartawan atas usahanya untuk terus meningkatkan kualitas wartawan antara lain melalui sertifikasi wartawan yang akan mulai diberlakukan pada 2012 ini. “Presiden apresiasi sertifikasi, pelatihan dan peningkatan mutu baik,” paparnya.   (ant )

You must be logged in to post a comment Login