Bazda Sumut Gencarkan Gemar Berzakat, Infak Dan Sedekah

MEDAN (Berita):Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Sumut menggencarkan gerakan masyarakat (gemar) berzakat, berinfak dan bersedekah jadi muatan lokal pada sekolah-sekolah. Selain sebagai bentuk sosialisasi Bazda tetapi juga pengenalan akan zakat, infak dan sedekah.

Ketua Bazda Sumut H Amansyah Nasution mengatakan ke depan pihaknya akan mengembangkan gerakan sadar zakat, tidak hanya dalam kelas saja tetapi langsung implementasi. Melalui kegiatan tersebut, tidak hanya sosialisasi lembaga Bazda tetapi juga tujuan zakat untuk pengentasan kemiskinan terwujud.

“Jadi nantinya setiap Jumat, kita akan mengajak sekolah untuk menggalang dana zakat dari murid. Dengan begitu, pendidikan tentang berzakat tercapai sekaligus ada praktek langsung sehingga pelajar lebih memahaminya,” katanya pada Diskusi Keumatan Tentang Pengembangan Potensi Zakat di Sumut oleh Bazda Sumut di Hotel Madani Medan, Sabtu kemarin dengan moderator Drs H Eddy Syofian MAP, mantan Kasis Kominfo Sumut

Gerakan gemar berzakat,infaq dan sadekah dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah, Khotbah Jumat dan pengajian. Salah satu implementasi dari sosialisasi itu adalah melalui gerakan berinfaq Jumat di kalangan sekolah.instansi pemerintah, BUMN dan swasta.

Upaya lainnya juga melalui paca calon jamaah Haji seperti yang dilakukan oleh Pemda DKI. Bazda Sumut ke depan akan mengembangkan zakat yang bersifat produktif terutama untuk memandirikan mustahik. “Intinya bagaimana upaya semakin banyak yang menunaikan zakat atau infaq melalui amil,” ujar Amansyah.

Pelaksanaan zakat harus memiliki nilai dasar yakni penegakan Rukun Islam, pelaksanaan ibadah, eksistensi peran negara dan perantara muzaki dan mustahiq.
Hadir dalam pertemuan ini antara lain salah satu muzaki tetap di Sumut H Maslin Batubara, mewakili Dr H Rahmat Shah, utusan MUI Sumut, utusan USU, Unimed, mewakili PDAM Tirtanadi dan utusan ormas Ormas Islam.

Kegiatan yang digelar Bazda Sumut menurut Amansyah akan dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen Bazda Sumut melaksanakan tugasnya secara transparan akuntabel.

Menurutnya melalui kegiatan tersebut, selain menjalankan syariat Islam dengan memberikan informasi bagaimana cara berzakat dan lainnya. Selama ini, pengetahuan masyarakat tentang cara berzakat masih rendah.

Selama ini, kata Aman, pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak termasuk perguruan tinggi, perusahaan dan lainnya. Namun tampaknya kepercayaan masyarakat untuk berzakat melalui Bazda masih rendah.

“Secara manajemen kami akui masih kurang profesional mengelola sehingga kepercayaan masyarakat berzakat melalui Bazda masih rendah. Meski begitu koordinasi dengan berbagai pihak akan terus kami lakukan sehingga akan semakin banyak orang yang berzakat melalui Bazda,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Bazda Sumut, Eddy Sofian menambahkan apabila sosialisasi tercapai, Bazda akan bisa mengembangkan potensi zakat di Sumut untuk kemudian dikelola dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan banyaknya jumlah umat Islam yang ada, tentu program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan masyarakat akan terwujud. “Dengan zakat, seharusnya tidak ada lagi masyarakat miskin di Indonesia,” ucapnya.

Adapun upaya yang akan dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yaitu dengan memberikan bantuan yang sifatnya produktif baik kepada masyarakat miskin perkotaan, pesisir atau pedalaman. “Bantuannya tidak konsumtif. Dengan begitu pada tahun berikutnya, penerima bantuan sudah bisa memberikan zakat kepada masyarakat lainnya,” pungkasnya.(lin)