Pasca Di Amputasi Kondisi Riska Mulai Membaik

Direktur RS Haji Medan, dr H MP Siregar, melihat perkembangan kondisi Riska Aprilia, pasien tumor tulang pada kaki kiri pasca di amputasi. (Berita Sore / Donny )

MEDAN (Berita) : Kondisi Riska Aprilia, 14, warga Jalan Bukit Mas, Stabat, Langkat, berangsur-angsur membaik pasca dilakukannya operasi amputasi pada kaki kirinya akibat tumor yang dialaminya selama 7 bulan, di RSU Haji Medan. “Kita belum tahu kapan Riska diperbolehkan pulang,” sebut Supriyanto, 41, ayah Riska, kepada Berita, Minggu (16/10), di Ruang Hijir Ismail, RS Haji Medan. Disebutkannya, operasi pada kaki Riska dilaksanakan pada Kamis (13/10) sore. Hampir 2,15 jam mereka menunggu proses pengoperasian amputasi pada kaki anak pertamanya tersebut, dimulai dari pukul 16.00 hingga 18.15 WIB.

Keberhasilan operasi yang dijalani Riska disambut rasa syukur dan bahagia dari keluarga. Menurut Supriyanto, tidak ada kenyataan yang lebih baik, dari pada kabar keberhasilan operasi si buah hatinya. “Mungkin inilah yang terbaik buat Riska, walaupun harus kehilangan kakinya. Tapi patut disyukur, kini Riska tidak harus menahan rasa sakit yang selama ini dia rasakan selama tujuh bulan,” ucap Supriyanto didampingi istrinya Ngatiyem, 35, yang sedang menyuapkan nasi kemulut Riska.

Riska sendiri, pasca dioperasi merasa lega bercampur sedih, sebab rasa sakit yang dia rasakan sudah tidak ada lagi namun dia harus merelakan salah satu kakinya harus dipotong. “Sekarang yang sakit bekas di operasi, kalau udara dingin mulailah mendenyut,” pungkas Riska.

Meskipun telah merelakan kehilangan kakinya, namun asa siswi kelas IX, di SMP Negeri 2 Stabat ini mantap menatap masa depannya. Dia merencanakan melanjutkan pendidikan hingga tamat, meskipun sempat enam buan tidak bersekolah.

“Pihak sekolah telah menjanjikan untuk member kesempatan kepada Riska untuk mengulangi ujian semester yang tak sempat dijalaninya,” sebut Supriyanto.

Sementara itu, Direktur RS Haji Medan, dr H MP Siregar, saat mengunjungi Riska, mengatakan operasi yang dijalani pasien tumor tulang tersebut memakan waktu sekitar 1,5 jam. Melalui operasi amputasi tumor tulang stadium lanjut yang dialami pasien Riska.

“Penanganan operasi itu sendiri ditangani langsung oleh dr Otman Siregar SpOT(K), dan menghabiskan sekitar 11 kantung darah dari proses perawatan hingga proses operasi yang dijalaninya,” sebutnya.

Pasca penanganan amputasi itu sendiri lanjutnya, pihak rumah sakit akan terus memantau kesehatannya. Disinggung berapa lama waktu pemulihan, dirinya mengatakan akan memakan waktu berkisar seminggu.

“Kami sejauh ini tidak terkendala dalam proses operasi, karena sesuai misi rumah sakit Haji yakni menolong orang yang miskin. Diperkirakan masa penyembuhan paling lama semingu dan Riska bisa pulang,” ungkapnya.

Diketahui Riska merupakan pasien Jamkesmas yang sempat dipungut biaya untuk pembayaran 8 kantong darah sebesar Rp 2.040.000 oleh pihak RS Bandung Medan. Kemudian, pihak RS Bandung mengembalikan uang tersebut setelah pihak keluarga memindahkan Riska ke RS Haji Medan dan melakukan protes kepada RS Bandung. (don)