Warga Belawan Bentrok, Satu Tewas

BELAWAN (Berita) : Seorang warga Lorong Papan Lingk 28, Rajali Sinaga, 45, tewas dalam perjalan menuju rumah sakit akibat tertembak senapan angin usai bentrok antara warga daerah itu dengan Gudang Arang Lingk. 29 Kel. Belawan Satu Kec. Medan Belawan, Selasa (26/07) sore sekitar pukul 17.00.

Keterangan dihimpun Berita menyebutkan bentrokan itu terjadi di lokasi pemakaman umum setempat sekitar pukul 15.00 dan berhenti setelah setengah jam kemudian. Tidak lama setelah itu peristiwa penembakan tehadap korban terjadi. Saat itu korban sedang duduk di belakang rumah karena lelah mencari anaknya yang diduga ikut perang. “Korban tertembak pada bagian dada kirinya,” kata warga.

Setelah terkena tembakan tersebut, korban masuk ke rumah dan berusaha mencari pertolongan. Keluarga korban yang mengetahui hal itu berusaha membawa korban ke rymah sakit terdekat.   Namun dalam perjalanan bapak lima anak tersebut meninggal.”Ada orang yang menembaknya dari arah kuburan dengan menggunakan senapan angin,” lanjut warga.

Kabar tetang tewasnya korban cepat beredar, warga dari kedua kubu mulai cemas dan khawatir akan terjadinya bentrok yang lebih besar. Namun kondisi itu teratasi setelah sejumlah petugas dari Polsek Belawan hadir di lokasi kejadian. “Pas perang tadi polisi hanya melihat dan tidak berusaha melerai,” ucap warga tersebut.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang diduga berasal dari warga Gudang Arang tersebut dan puluhan petugas Polres Pelabuhan Belawan ditambah satuan Brimob disiagakan mengantisifasi hal lebih buruk. “Kita sudah capek melakukan upaya mendamaikan warga namun tetap tidak berhasil,” kata Kasat Intel Polres Pelabuhan Belawan AKP B Pasaribu ditemuai di lokasi kejadian.

Sementara itu Ketua PAC Pemuda Pancasila Belawan H Zunaidi Pangaribuan mengatakan persoalan bentrok antar warga itu harus melihat faktor penyebab kejadian dengan jelas sebab menurut tokoh pemuda Belawan itu penyebab semua peristiwa itu adalah narkoba dan miras. “Mereka hanya perang di situ sedangkan kalau di luar mereka tidak pernah perang,” katanya saat dihubungi.

Selanjutnya, M Zunaidi Pangaribuan yang akrab disapa Masken itu meminta Polisi, Angkatan Laut dan Muspika atau semua instasi penegak hukum di Belawan serta OKP tidak separoh hati menangai masalah tersebut. Akibatnya orang tua setempat apatis. “Kebanyakan permasalah itu dibahas ditingkat Mesjid dengan melibatkan remaja mesjid yang tidak bisa bertindak. Tapi kalau aparat tegas dan bertindak tidak separo hati maka masalah ini pasti selesai karena akar permasalah ini adalah narkoba dan miras,” ujarnya.

Sebelumnya, dua kelompok remaja usia sekitar 7 hingga 15 tahun warga Lorong Papan Lingkungan 28 dan Gudang Arang Lingkungan 29 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan perang dengan saling lempar batu di lokasi pekuburan umum, Senin (25/7). Namun dalam peritiwa itu tidak ada korban jiwa dan aksi lempar batu itu berlangsung sekitar satu jam dengan dua kali kejadian yakni siang sekitar pukul 14.00 dan kedua sore sekitar pukul 18.00 serta berhenti dengan sendirinya. (rus)