BKKBN Gandeng Toga, Toma, LSM, Wilayah Pantai Barat

MEDAN (Berita): Keberadaan tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma), memiliki peran penting dan strategis serta multi guna dalam memasyarakatkan program keluarga kecil sejahtera khususnya program keleuarga berencana (KB).
Karena pentingnya peran tersebut, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, menggandeng para tokoh-tokoh tersebut untuk meningkatkan keberhasilan gerakan KB khususnya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).Terutama dalam menjangkau kelompok-kelompok masyarakat yang belum tersentuh selama ini ataupun dapat memberikan informasi yang lebih baik tentang gerakan KB.

“Peran tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Sumut khusunya di Kab Tapsel,” ujar Wakil Bupati Tapsel Ir Aldis Rapolo Siregar, saat membuka penyelengaraan orientasi pertemuan tokoh agama, masyarakat, dan LSM, baru-baru ini di Gedung Nasional, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kegiatan selama dua hari itu diikuti ratusan peserta terdiri dari wilayah pantai barat Kabupaten Tapsel, Padang Sidempuan, Madina, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Sibolga, dan Tapteng. Dalam arahannya, Rapolo Siregar menyatakan program KB bukan lagi membatasi jumlah anak, tetapi lebih dari itu yakni upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan. “Kalau program KB ini tidak dimulai dari sekarang dan ditangani secara serius, akan memberikan dampak degradasi sosial multi dimensi seperti krisis akhlak, peningkatan criminal, disharmoni dalam rumah tangga, bahkan menurunnya nilai-nilai keimanan,” tegasnya.

Rapolo mengingatkan kepada seluruh jajarannya khususnya pemerintahan daerah Kab Tapsel untuk dapat melibatkan elemen masyarakat khususnya tokoh agama, tokoh adat, masyarakat dan LSM, agar diikutsertakan dalam menyelenggarakan pembangunan daerah, sehingga pembangunan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Kepala BKKBN Sumut Nofrijal, SP,MA, mengatakan peran tokoh agama dan masayarakat, LSM, sangatlah penting dalam pembangunan disuatu daerah dalam program percepatan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana khususnya di Sumut. Selain itu peran tokoh agama, masyarakat, LSM, tidak hanya sebatas mengajak, menghimbau dan melakukan pencerahan keluarga, tetapi sekaligus diharapkan menjaga keberlangsungannya.

Selama lebih satu dasawarsa, kata Nofrijal, program KB mengalami penurunan, dan ironisnya banyak masyarakat mengatakan program KB nyaris tidak terdengar ditengah-tengah masyarakat. Akibatnya penurunan tersebut, menyebabkan upaya pengendalian kelahiran, dan peningkatan masyarakat mengalami stagnasi. “Kita mengharapkan momentum ini memperkuat silaturahmi dan sekaligus memperkuat kemitraan program KKB dengan tokoh masyarakat khususnya di Tapsel,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor , PA dan KB Tapsel, Hj.Emsi Ernida Hasibuan,SE, bahwa tujuan orientasi ini agar tokoh agama, dan masyarakat dapat memberikan motifasi dan himbauan dalam melaksanakan Advokasi dan KIE khususnya kepada seluruh warga yang berada di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, kata Emsi, tokoh agama juga berkompeten dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ber KB. “Kita akan meningkatkan pencapaian visi program kependudukan dan KB yaitu ‘Penduduk tumbuh seimbang tahun 2015′, dan juga mengharapkan kepada tokoh agama, masyarakat, LSM, agar dapat meningkat pemahaman kepada keluarga dan masyarakat terhadap program KB yang selama ini masih berkurang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam orientasi, Direktur Pembinaan Ketahanan Lansia BKKBN Pusat Drs H Furqan Ia Faried, MA, Koordinator Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Sumut Maratua Simajuntak, Kepala Kantor PP, PA dan KB Tapsel, Hj.Emsi Ernida Hasibuan,SE dan Muspida se Kabupaten Tapsel, narasumber Drs H Fahmi Lubis, Kabid ADPIN Perwakilan BKKBN Sumut Drs Datang Sembiring, MPHR.(pan)