Pelantikan 21 DPC Gerindra Sumut Digugat

MEDAN (Berita): Pelantikan 21 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sumut menuai masalah. Menurut beberapa pimpinan cabang, pelantikan itu tidak sah karena tidak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/AR) partai berlambang Rajawali itu. 21 DPC pun berencana menggugat Ketua DPD Gerindra Sumut Ramses Simbolon ke PN Jaksel secepatnya.

Hal itu ditegaskan Ketua DPC Gerindra Langkat Sugiat kepada wartawan Kamis (31/03) di Medan. Menurut Sugiat, pelantikan 21 DPC Gerindra Sumut oleh Ketua DPD Gerindra Sumut Ramses Simbolon telah mengangkangi AD/ART dan mekanisme partai yang didirikan  Prabowo Subianto tersebut.

Dijelaskannya lagi, dalam pasal 42 AD/ART Partai Gerindra dikatakan pergantian unsur pimpinan DPC harus melalui Musyawarah Cabang (Muscab) daerah yang bersangkutan. Namun, kata Sugiat, mekanisme itu tidak dipatuhi Ketua DPC masing-masing daerah. “Kami merasa tersinggung karena pelantikan tidak sesuai mekanisme. Disini kami menilai Ketua DPC yang dilantik telah menyetor sejumlah uang kepada Ramses untuk menduduki jabatan Ketua di daerah masing-masing,” ketus Sugiat.

Di tempat yang sama, Ketua DPC Gerindra Tanjungbalai Zulham Effendi SHi  juga mengungkapkan kekesalannya. Menurut Zulham pernyataan Ramses tentang 12 DPC Gerindra Sumut yang akan dikeluarkan dari partai adalah sebuah kebohongan publik. Pasalnya, kata Sugiat, DPP Gerindra tidak pernah menyatakan hal seperti yang dimaksud Ramses. Jadi, sambung Zulham, tindakan yang selama ini diambil Ramses sama sekali telah melanggar hukum dan ketentuan partai.

“Kami sampai saat ini tidak pernah mengakui kepemimpinan Ramses sebagai Ketua DPD Gerindra Sumut. Maka itu kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ramses dikarenakan tindakan-tindakan yang tidak sesuai mekanisme,” cetus Zulham.

Senada dengan keduanya, pimpinan DPC Gerindra Karo Alex mengungkapkan proses politik yang dilakukan Ramses selama ini telah diluar aturan. Menurut Alex, Ramses menjadikan Gerindra ibarat perusahaan milik Ramses. “Aroma jual beli jabatan sangat kental dibawah kepemimpinan Ramses,” ujar Alex.

Sedangkan Ketua DPC Gerindra Batubara Bambang Novianto mengatakan sampai saat ini DPC Batubara tidak pernah menyetujui pengukuhan 21 DPC yang baru dilantik tadi. Pasalnya, kata Bambang, pelantikan itu sangat kental dengan ketidakpatuhan terhadap AD/ART partai.

Dikatakan Bambang juga, dirinya akan menggugat pihak-pihak yang memalsukan tandatangan dirinya pada pengukuhan DPC Batubara. Pasalnya, sampai saat pengukuhan DPC Batubara tadi, saya tidak pernah menandatangani pengukuhan tersebut. DPC Batubara belum diperbarui SK-nya dari DPP Gerindra, jadi pengukuhan itu illegal,” ungkap Bambang.

Untuk diketahui, Kamis (31/3) DPD Gerindra Sumut melantik beberapa DPC Gerindra Sumut. Diantaranya DPC Gerindra Nias, Nisel, Gunungsitoli, Dairi, Paluta, Sergai, Siantar, Batubara, Medan, Pakpak Bharat, Tobasa, Tanjung balai, Binjai, Taput,Sibolga, Palas, Sumbahas, Karo dan Tapteng. Namun pelantikan tersebut dianggap melanggar AD/ART karena tidak melalui hasil Muscab di masing-masing daerah.(irm)