Sejumlah orang mengenakan pakaian rapi sambil membawa tas dan buku di tangannya berkumpul dalam satu ruangan di gedung D Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia, yang terletak di Jl. Jend. Sudirman Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (20/9) sore.
Acara tersebut adalah upacara pembukaan program pelatihan yang diberikan kepada guru-guru di seluruh negara yang bergabung dalam E-9. Dengan adanya perkumpulan negara-negara E-9 ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dunia pendidikan di sembilan negara E-9 pada khususnya, dan negara-negara di seluruh dunia pada umumnya.
Program Pelatihan Guru Internasional negara-negara E-9 merupakan langkah lanjut dari pertemuan menteri-menteri pendidikan dari sembilan negara yang berlangsung dua tahun lalu di Bali.
Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan dalam menitikberatkan pada pengembangan pendidikan dan pelatihan guru dalam pembaharuan sistem pendidikan di negara-negara E-9. “Pendidikan itu tidak dapat diklaim sebagai milik salah satu negara saja,” kata Muhammad.
Muhammad menambahkan bahwa pendidikan berhak dimiliki oleh semua warga negara, dan hal tersebut dimulai dari E-9. “Kalau kerja negara-negara E-9 ini berhasil dalam pendidikan, saya yakin pendidikan di negara-negara lain juga pasti berhasil,” tambahnya.
Muhammad Nuh menegaskan ke-sembilan negara yang tergabung dalam E-9 tersebut mewakili 60 persen penduduk dunia yang peduli akan dunia pendidikan.
“Meskipun hanya sembilan, tetapi kita mewakili 60 persen suara-suara penduduk dunia yang ingin memajukan pendidikan di dunia,” kata mantan dosen teknik Insititut Teknologi Sepuluh November Surabaya tersebut.
Selain itu, peserta dari negara-negara E-9 yang berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut sebanyak 26 pendidik yang berasal dari Banglades, Mesir dan Meksiko.
Banglades mengirimkan peserta dengan jumlah terbanyak yaitu 24 orang, sedangkan Mesir dan Meksiko masing-masing mengirimkan satu peserta untuk mengikuti pelatihan internasional tersebut.
Program pelatihan internasional bagi guru-guru tersebut menawarkan dua program utama bagi para peserta, yaitu program yang terkait dengan peningkatan mutu dan sertifikasi guru di Indonesia dan pendidikan ketrampilan.
Khusus bagi program yang terkait dengan ketrampilan (skill) akan diadakan di 12 Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) yang berada di Jakarta, bandung, Cianjur, Yogyakarta, Malang dan Medan.
Indonesia boleh berbangga karena dapat memfasilitasi kegiatan internasional dalam dunia pendidikan dengan menjadi tuan rumah dalam upacara pembukaaan kegiatan Program Pelatihan Guru Internasional negara-negara E-9.(ant/ Fransiska Ninditya )
You must be logged in to post a comment Login