Narkoba Di Sumut “Jangkiti” Usia Produktif

Medan ( Berita ) : ┬áPeredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara sangat mengawatirkan karena telah “menjangkit” sekitar 64 persen kalangan usia produktif di daerah itu.

Direktur Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumut (Pimansu) Zulkarnain Nasution di Medan, Rabu [11/08] , mengatakan, data kejahatan narkoba di Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumut terdapat 22.604 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan obat terlarang itu dari tahun 2004 hingga Mei 2010.

Berdasarkan jumlah kasus di Sumut itu, sekitar 64 persen tersangka kejahatan tersebut adalah kalangan usia produktif antara 15 hingga 29 tahun.

Ia merincikan, usia di bawah 15 tahun (159 orang), usia 16-19 tahun (2.094 orang), usia 20-24 tahun (6.159 orang) dan usia 25-29 tahun (5.967 orang).

Sedangkan 36 persen pelaku lainnya merupakan usia di atas 3o tahun, kata Zulkarnain.

Kemudian, kata Zulkarnain, keterlibatan terhadap kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba juga telah lintas profesi, termasuk melibatkan kalangan aparatur pemerintah.

Data kejahatan narkoba tahun 2004 hingga Mei 2010 sebanyak 22.604 kasus, 323 orang di antaranya aparatur pemerintah seperti TNI (68 orang), Polri (126 orang) dan pegawai negeri sipil (129 orang).

Sedangkan sisanya terdiri pegawai swasta (3.752 orang), pelajar (660 orang), mahasiswa (431 orang), buruh (4.428 orang) dan pengangguran (13.010 orang).

Namun meski jumlah pelaku yang berhasil diungkap pihak kepolisian itu sebanyak 22.604 orang tetapi Pimansu memperkirakan pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran gelap dan penyalahgunaan tersebut lebih banyak di lapangan.

Karena itu, Pimansu juga memperkirakan belanja masyarakat di daerah itu untuk mengonsumsi narkoba cukup tinggi dan mencapai Rp167 miliar pada tahun 2009. “Jumlah itu khusus untuk tahun 2009. Kalau tahun 2010 belum terhitung lagi,” kata Zulkarnain. (ant )