Pemerintah Sampaikan Resiko Pengelolaan Keuangan Kepada Gubernur
JAKARTA ( Berita ) : Rapat kerja pemerintah dengan jajaran kepala daerah seluruh Indonesia pada 5-6 Agustus 2010 di Istana Bogor salah satunya bertujuan menyampaikan pengelolaan keuangan beserta resikonya agar dipahami para gubernur.
Menko Perekonomian Hatta Radjasa usai rapat dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu [28/07], mengatakan pemerintah pusat akan menyampaikan segala hal berkaitan dengan aspek pengeluaran anggaran.
“Terhadap pengelolaan keuangan harus memahami segala resiko-resiko fiskal. Nanti Menteri Keuangan akan sampaikan segala macam yang berkaitan dengan berbagai aspek pengeluaran APBN kita dan sebagainya,” tuturnya.
Selain itu Raker juga dimaksudkan untuk menyampaikan kepada para kepala daerah agar mempercepat penyerapan anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah telah dua kali menggelar rapat kerja dengan para gubernur seluruh Indonesia pada 2010, yang pertama di Istana Cipanas, Jawa Barat, dan yang kedua di Istana Tampaksiring, Bali.
“Ini merupakan bagian dari kelanjutan seri sebelumnya di mana pada akhirnya pembangunan nasional kita itu betul-betul dari atas sampai bawah mengalir. Sehingga lebih memperkuat lagi daerah-daerah kita dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan,” kata Hatta.
Selain itu, lanjut dia, Raker dilakukan agar terbentuk suatu sinkronisasi dan kebijakan yang mengalir sampai ke tingkat bawah dalam era otonomi daerah.
Dalam Raker diagendakan penyerapan APBD, APBN, masalah fiskal serta perekonomian lainnya itu, menurut Hatta, masalah investasi tidak akan banyak dibicarakan.
“Kita fokus betul pada APBN kita dan kebijakan fiskal dan makro sedikit, masalah moneter. Tapi bukan tidak mungkin dalam diskusinya akan ada perkembangan soal itu,” katanya.
Hatta mengklaim investasi di Indonesia saat ini sudah mencapai momentum bagus. Ia menyebutkan Pertumbuhan Modal Tetap Bruto (PMTB) tahun lalu mencapai Rp1.800 triliun dan kwartal pertama tahun ini sudah mendekati Rp500 triliun dengan kenaikan investasi sektor swasta mencapai 4 persen pada kuartal kedua. “Ini luar biasa sekali. Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” demikian Hatta. ( ant )