Rahmat Shah: Pembangunan Di Simalungun Belum Merata

Rahmat Shah di tepi Sungai Bahbolon, kawasan Perdagangan Kabupaten Simalungun, anggota DPD RI ini berdialog dengan warga di kampung halamannya itu dan mendengarkan aspirasi masyarakat agar dibuat bronjong dipinggir sungai.(Berita Sore/ist)

MEDAN (Berita): Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara , DR Rahmat Shah menilai kondisi kampung kelahirannya di kawasan Perdagangan Kabupaten Simalungun, tepatnya di pinggiran Sungai Bahbolon Desa Paha Gari belum mengalami kemajuan yang signifikan dibanding daerah lain.
Disela-sela kunjungan kerja ke daerah pemilihan, sebagai anggota DPD RI, Rahmat Shah menyempatkan diri mengunjungi kampung kelahirannya itu, baru-baru ini. Dia bersilaturahmi dengan warga setempat sekaligus bertemu dengan teman-teman lamanya.

Menurut pengusaha terkemuka dan pemilik Rahmat Gallery ini ketertinggalan wilayah Kabupaten Simalungun karena faktor luasnya wilayah, sehingga pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten setempat tidak merata.
Dia mencontohkan ketika kantor Bupati Simalungun masih berada di Jalan Asahan Pematang Siantar saja, pembangunan tidak maksimal.

Sekarang kantor Bupati justru dipindahkan ke Pematang Raya yang jaraknya dari Pematang Siantar ± 30 Km, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin tidak optimal “Syukur kami dengar Simalungun akan dimekarkan dan sedang dalam proses, mudah-mudahan bisa terwujud dengan segera sehingga pembangunan bisa merata dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat tidak seperti saat ini terjadi kesenjangan yang bisa menimbulkan kecemburuan di tengah-tengah masyarakat,” kata Rahmat Shah.

Tidak seperti saat ini, sambungnya terjadi kesenjangan yang bisa menimbulkan kecemburuan di tengah-tengah masyarata. “Harapan kami siapapunn Bupati yang terpilih nantinya benar-benar bisa memecahkan persoalan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak hanya janji-jani belaka,” ujarnya.

Kedatangan Rahmat Shah dismabut suka cita warga di sana. Diantara yang menyambutnya adalah Nek Itik yang kini usianya 105 tahun.  Menurut Adong teman bermain Rahmat Shah sewaktu di Perdagangan semasa kecil Rahmat Shah selalu dituntun oleh Nek Itik.

Begitu pula ibu-ibu yang lain yang mengenal betul keluarga besar Rahmat Shah. Para kaum ibu itu merasa terharu dan menyatakan bahwa keluarga Rahmat Shah seperti H Anif, Akat, Ajib, Kodrat dan lainnya tetap mengingat kampung halaman mereka dan bersilaturahmi dengan masyarakat disini.

“Misalnya ketika Rahmat Shah meluncurkan buku 50 Tahun, Ibu Ramlah diboyongnya ke Tiara Convention Medan, begitu pula saat acara pak Anif di Medan beberapa warga dibawa ke Medan, Pak Akad mau menikahkan anaknya, kita diberi tahu dan Kodrat menabalkan nama anaknya kita juga diberitahu, imbuh Adong dan diamini warga lainnya.

Berdialog dengan warga dilakukan ditepi Sungai Bah Bolon dan mereka meminta melalui Rahmat Shah hendaknya pemerintah bisa membangun bronjong di pinggiran sungai agar sungai tidak semakin melebar dan mencegah banjir masuk ke areal pemukiman mereka termasuk musholla yang berada di pinggir sungai.(irm)

Comments are closed.