PT Sorikmas Mining Konsultasi Publik Studi Amdal

PANYABUNGAN (Berita): PT Sorikmas Mining lakukan konsultasi public rencana amdal pertambangan emas di Sihayo-Sambung Kecamatan Naga Juang dan Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal demi untuk memenuhi UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkuang hidup serta PP Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Kamis (8/7) di Hotel Internasional Paya Loting Panyabungan.

“Pembahasan dan penilaian dokumen amdal pertambangan yang berada di lokasi hutan lindung akan dilakukan di pusat sesuai dengan permenlih nomor 05 Tahun 2008 untuk itu kita pihak pemrakarsa kegiatan telah berkoordinasi dengan Bapedal Pusat sebab bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan jelas akan menimbulkan dampak positif maupun negative.

Sehingga untuk meminimalisir dampak negative tersebut bagi masyarakat pada saat kegiatan berlangsung dalam kaitan iniah di adalakn konsultasi public baik dengan instansi terkait maupun dengan tokoh masyarakat serta LSM bidang lingkungan hidup untuk menampungmasukan, saran dan pendapat dari seluruh pihak,” kata Kepala Bapedalda Madina, Drs Ishak Siregar.

Sementara Konsultan PT Sorikmas Mining (SMM), Washington Tambunan menuturkan,                                          perusahaan tambang pemegang kontrak karya generasi VII tertanggal 19 Februari 1998 di Sihayo-Sambung Kecamatan Naga Juang dan Siabu Kabupaten Madina seluas 201.600 ha. Namun setelah dua kali diciutkan, luas konsesinya kini menjadi 66.200 ha, atau tinggal 32,82 persen. Proses eksplorasi dimulai sejak 19 Februari 1999 satu atau dua tahun kedepan sudah melakukan tahapan eksploitasi.

“Konsultasi amdal ini kita lakukan demi untuk mengikuti alur kegiatan proyek mulai dari pra konstruksi, konstruksi, produksi dan pra produksi sehingga dalam menghadapi kegiatan tersebut kita lakukan sosialisasi konsultasi serta study amdal dengan melibatkan masyarakat dalam proses amdal agar masyarakat ikut menentukan masa depan pembangunan di wilayah setempat, hasil study amdal lebih baik, rencana pengelolaan lingkungan efektif dan efisien serta pemantauan lingkungan akurat dan terpercaya,’ sebutnya.

Bupati Mandailing Natal H Amru Daulay SH menuturkan, memang mula-mula masyarakat ini bertanya-tanya Bupati yang 10 Tahun lebih yang terus-terusan menyerang PT Sorikmas Mining dalam beberapa hari lagi yang akan menyerahkan jabatannya berubah sikap.

“Ini perlu saya jelaskan perubahan-perubahan ini terjadi terjawab karena saya telah mendaptkan informasi dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Energi bahwa PT Sorikmasmining ini dalan satu atau dua tahun kedepan akan melakukan tahapan eksploitasi karena dari bukti-bukti surver dari 12 Tahun sudah bisa berproduksi di daerah Sihayo dan Sambung,” sebutnya.

Dia, juga menuturkan PT Sorikmas Mining ini sudah mendapatkan legalitas hokum dengan putusan Mahkamah Agung bidang administrasi Negara bahwa mereka berhak di menangkan terhadap gugatan kementrian kehutanan serta dengan keputusan Presiden Republik Indonesia PT Sorikmas Mining ini termasuk salah satu dari 12 perusahaan yang di izinkan menambang di daerah huta lindung.

“Ekploitasi yang di lakukan oleh PT SMM ini nantinya akan bisa menambah PAD Kabupaten Mandailing Natal secara umum serta juga akan berdampak terhadap masyarakat di sekitar wilayah pertambangan yang di lakukan oleh perusahaan tersebut karena akan memerlukan tenaga kerja yang akan meningkatkan ekonomi masyarakat juga,” sebutnya. (rhb)