PSMS Selamat

MEDAN (Berita): PSMS Medan selamat dari ancaman degradasi setelah mengalahkan Persires Rengat  1-0 pada pertandingan terakhir kompetisi Divisi Utama musim ini di Stadio Teladan Medan, Selasa [30/03]. Ayam Kinantan finish diposisi kesembilan Grup I.

Sedangkan, Persires Rengat dipastikan akan turun ke Divisi Satu musim depan. Persires tinggal menunggu teman, apakah PS Banyuasin atau PSDS Deli Serdang. PSSI Belum memutuskan status dari PS Banyuasin.

Pada pertandingan tersebut, pemain pengganti Dodi Rahwana berhasil menjadi pahlawan Ayam Kinantan. Semenjak pertandingan dimulai, kedua tim langsung memperagaka permaian cepat.

Pada babak pertama, tercatat dua peluang PSMS yang seharusnya menjadi gol. Serangan balik yang dilancarkan Osas Saha gagal menemuai sasaran karena dia terlebih dahulu jatuh, dan tendangan Nyeck Nyobe juga gagal mengahsilkan gol. Hingga turun minum, skor 0-0 tidak berubah.

Begitu babak kedua dimulai, PSMS langsung memperoleh peluang. Tendangan keras Jecky Pasarella masih dapat diamankan kiper Hendra Wahyudi.

Nyeck Nyobe yang tidak mampu lepas dari kawalan pemain Persires kemudian diganti dengan Dodi Rahwana. Pergantian ini rupanya sangat berhasil. Pada menit ke-69, Dodi akhirnya berhasil memecah kebuntuan.

Gol ini berawal dari tendangan bebas yang dilepaskan Afan Lubis. Bola kemudian disundul keluar oleh pemain belakang rengat dan jatuh ke kaki Dodi Rahwana. Tanpa ampun, pemain bertubuh kecil ini melapaskan tendangan keras yang bebuah gol.

Gol ini membuat permainan semakin keras. Benturan-benturan antara pemain sering terjadi. Bahkan, pemain belakang Rengat Taufik Siregar harus meninggalkan lapangan akibat meneriama kartu merah dari wasit.

Meskipun unggul dalan jumlah pemain, tapi tidak mampu dimanfaatkan para pemain PSMS untuk menambah gol. Hingga pertandingan usai, skor 1-0 untuk PSMS tidak berubah.

Manajer PSMS Drs Hendra DS mengatakan, target untuk bertahan di Divisi Utama akhirnya tercapai, meskipun awalnya ingin lolos ke Superliga. “Awalnya kita memang ingin lolos ke Superliga, tapi dalam perjalanan kita terseok-seok, jadi bertaha merupakan hasil realistis,” ujar Hendra.

Sementara pelatih Persires Syamsul Bahri mengakui, dari awal Persires ingin bertahan di Divisi Utama, tapi akibat pemain yang sudah termakan usia terget tersebut tidak tercapai. “Materi pemain saya masih kalah dari tim lainnya,” pungkasnya.

Siapkan Diri

PSMS Medan segera akan melakukan persiapan untuk menghadapi kompetisi musim depan. Sekretaris umum PSMS Idris SE usai pertandingan melawan Persires Rengat menyampaikan para pengurus akan melakukan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya. “Ya, kita akan bertemu untuk membahas pembentukan tim selanjutnya guna menghadapi kompetisi musim depan,” ujar Idris.

Para pengurus PSMS tidak ingin membuang-buang waktu lagi untuk mempersiapkan tim tangguh. Pasalnya, pada musim 2011/2012, Ayam Kinantan harus mesuk Superliga. “Kita akan membentuk tim PSMS junior dan PSMS Senior agar terjadi regenerasi tim,” paparnya.

Untuk mewujudkan tim tangguh, manajeman PSMS akan mencari pemain-pemain potensial ke daerah-daerah di Sumatera Utara. Selain itu, pemain-pemain asal Medan yang kini memperkuat klub daerah lain, diharapkan kembali untuk memperkuat Ayam Kinantan.

“Kita berharap agar pemain asal Medan yang saat ini memperkuat klub daerah lain dapat kembali memperkuat PSMS Medan, karena mulai saat ini kita akan berbenah guna mengembalikan kejayaan Ayam Kinantan,” papar Idris.

Mengenai pemain PSMS yang ada saat ini, manajeman PSMS akan tetap mempertahankannya dan akan diseleksi kembali dengan pemain-pemain yang akan datang. “Tidak ada pembubaran tim, kita akan mempertahankan tim ini, tapi akan mejalani seleksi lagi,” tandasnya.

Sementara untuk pelatih, duat Zulkarnaen Pasaribu da Amurustian tetap dipertahankan untuk menukangi Ayam Kinantan. “Pelatih akan tetap kita pertahankan, karena mereka mampu menghidupkan kembali ciri khas PSMS,” pungkasnya.

Ditentukan PSSI

Tim Sumut lainnya PSDS Deli Serdang belum jelas nasibnya. Meskipun pada pertandingan terakhir mengalahkan PSSB Bireuen dengan skor 3-2, Traktor Kuning belum bisa bergembira.

Ini disebabkan olah keputusan PSSI terhadap PS Banyuasin belum jelas. PS Banyuasin yang tidak mengikuti kompetisi belum ditetapkan degradasi atau tetap bertahan di Divisi Utama.

Dari awal, PSSI memang sudah menetapkan bahwa sebanyak dua tim akan degradasi dari masing-masing grup yang diisi oleh 12 klub. Tapi, di Grup I, PS Banyuasin kemudian tidak mampu mengikuti kompetisi dengan alasan kekurangan dana, sehingga hanya diikuti 11 tim.

Namun, hingga saat ini PSSI belum mengambil keputusan tersebut. PSDS yang finish diurutan sepuluh pun terpaksa menunggu dan menyiapkan lobi-lobi.

“Kita belum tahu dengan keputusan PSSI, jadi kita belum bisa bergembira. Sesudah diputuskan PSSI, baru kita dapat bergembira,” ujar asisten pelatih PSDS Nasib Iwan. (irm)