Presiden Tunisia-Presiden Palestina Bahas Rencana Israel

Tunis ( Berita ) :  Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali, Jumat, bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang sedang berkunjung, mengenai keputusan permukiman paling akhir Israel yang ditujukan untuk menghambat proses perdamaian Timur Tengah, demikian laporan radio resmi Tunisia.

“Pertemuan tersebut telah memberi hasil dan konstruktif dan berpusat pada sejumlah masalah saat ini, terutama yang berkenaan dengan perundingan yang mestinya telah dilanjutkan tapi telah terganggu oleh tindakan Israel baru-baru ini,” kata Abbas dalam pernyataan yang disiarkan oleh radio resmi Tunisia.

Pemerintah Israel, Selasa (9/3) mengumumkan rencananya untuk membangun 1.600 rumah di Jerusalem Timur, yang direbut oleh Israel pada 1967 dan belakangan dicaploknya tanpa pengakuan internasional. Palestina ingin membangun negara masa depan dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kedua pemimpin tersebut juga membahas cara membuat pertemuan puncak mendatang Arab berhasil. Pertemuan itu dijadwalkan diselenggarakan akhir bulan ini di Libya, demikian laporan radio tersebut.

Sementara itu di Washington, Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada hari yang sama mengatakan rencana permukiman baru Israel adalah tanda yang sangat negatif bagi hubungan bilateral.

Dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Hillary mengatakan rencana permukiman baru Israel adalah tanda yang sangat negatif mengenai pendekatan Israel dalam hubungan bilateral, kata jurubicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley pada suatu taklimat.

Abbas telah mengatakan Palestina takkan menerima dilanjutkannya pembicaraan dengan Israel sebelum Israel menghentikan pembangunan permukiman di Jerusalem Timur, kata seorang pejabat senior Palestina, Jumat.

Rencana baru Israel tersebut juga telah dikutuk banyak pihak termasuk Amerika Serikat. ( ant/Xinhua/Oana )

Comments are closed.