Perempuan Masih Jadi Warga Negara Nomor Dua

MEDAN (Berita):Memperingati seabad hari perempuan sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2010 kemarin, ternyata sampai sekarang perempuan masih tetap dijadikan sebagai warga negara yang dikategorokan pada kelas nomor dua. Sehingga hak-haknya dalam politik, ekonomi sosial maupun budaya belum sepenuhnya diberikan.

Demikian disampaikan Pimpinan Aksi Front Rakyat Anti Penindasan Sumatera Utara (FRAPSU), Vina Munthe, dalam orasinya saat melakukan aksi unjuk rasa memperingati seabad hari perempuan sedunia, di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (8/3).

Menurut Vina, bukti bahwa perempuan masih menjadi warga nomor dua diantaranya yaitu ruang gerak perempuan masih dibatasi, minimnya peran perempuan dalam lapangan publik sangat membuat kaum perempuan terdiskriminasi dan terpingirkan, perempuan selalu jadi pelampiasan kekerasan baik fisik maupun seksual.

“Kekerasan dan diskriminasi yang dialami perempuan lebih diuatamakn pada persoalan sistem secara ekonomi-politik dimana sistem pemerintahan sepenuhnya mengabdi pada kepentingan modal,” ucapnya.

Ditambahkannya, krisis ekonomi – politik perempuan telah mencapai kondisi krisis. Karena banyak perempuan yang meninggal setiap harinya karena pekerjaan dan berbagai masalah yang dihadapi. Namun sayangnya, untuk mengatasi masalah perempuan ini, pemerintah melalui APBN 2010 hanya mengalokasikan 0,002 persen dari total anggaran yang ada atau Rp 133,504 miliar untuk menyelesaikan masalah perempuan di Indonesia. “Makanya perjuangan untuk perempuan harus mulai dilakukan mulai sekarang,” ujarnya.

Untuk itu, dihari perempuan sedunia ini. Pihaknya menuntut agar ada upaya yang serius untuk menghentikan penindasan, kriminalitas dan diskriminasi terhadap perempuan disegala bidang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Brilian Mochtar yang menerima masa pengunjuk rasa menyatakan, akan menyampaikan aspirasi FRAPSU ke Pimpinan Dewan. sehingga ada tindak lanjut yang diambil secara kongkrit kedepan untuk kebeikan perempuan di Indonesia, khususnya Sumut.(irm)

Comments are closed.