6 Tersangka Penyerang Kapolsek Labuhanbatu Diperiksa
MEDAN (Berita): Enam orang telah dinyatakan sebagai tersangka, terkait penyerangan yang dilakukan sekelompok orang mengendarai sepeda motor yang diduga anggota TNI ke Mapolres Labuhanbatu minggu lalu.
Dua diantaranya memang dinyatakan sebagai oknum aparat.”Untuk oknum yang menjadi tersangka ini, telah diproses oleh POM,” kata Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal Oegroseno menjawab wartawan usai melakukan pertemuan dengan para pimpinan DPRD SU dan pimpinan Komisi DPRD SU di ruang paripurna gedung wakil rakyat tersebut.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kasus tersebut terjadi karena esalahpahaman, terkait penangkapan judi. Namun Kapolda membantah pada kasus tersebut ada proses pembakaran maupun penganiayaan terhadap Kapolres Labuhanbatu. “Kalau pelemparan ke rumah memang ada, tapi masalah ini sudah kami selesaikan secara proporsional,” katanya
Untuk itu, agar kejadian serupa dapat dihindari, pihaknya memberikan peringatan. Karena masalah antara Polri dan TNI dapat diibaratkan seperti masalah dalam satu keluarga. “Sehingga Kapolda dan Pangdam sebagai orang tua hanya sebatas memberikan peringatan saja,” ujarnya.
Sedangkan saat ditanya apakah akan ada kerjasama yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, Oegroseno menyatakan kerjasama antara Polri dan TNI memang senantiasa dilakukan. Namun bukan berarti harus dibentuk kerjasama yang baru dengan penandatangganan MoU yang baru juga.
Jadi menurut Kapolda supenanganan masalah di antara Polri dan TNI sudah diatur sesuai dengan koridornya masing-masing. Jika polisi ada yang melanggar dan ditangkap oleh POM, maka akan diserahkan kembali ke Polri untuk diproses. Begitu juga sebaliknya, kalau ada anggota TNI yang salah maka akan diserahkan kembali kekesatuan mereka.
Patroli Ditingkatkan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyatakan akan melakukan penambahan kekuatan dan penguatan kinerja yang lebih aktif di wilayah perbatasan, jalur utama dan jaur polres-polres yang dekat dengan NAD terkait adanya kontak senjata yang terjadi di NAD beberapa waktu lalu.
“Kami sudah ingatkan kapolres di daerah perbatasan untuk melakukan peningkatan intensitas patroli. Tidak dalam kegiatan perorangan, tapi minimal dalam kelompok satu regu. Kekuatan Brimob yang mempunyai pantauan jarak jauh ini juga kami tingkatkan,” paparnya.(irm)