Presiden SBY Terima Penghargaan UNEP

PEMBUKAAN KONFRENSI UNEP : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) berbincang dengan Direktur Eksekutif UNEP, Achim Steiner (kiri) dan Presiden “Governing Council”, Oliver Dulic (kanan) dalam Upacara Pembukaan Konfrensi ke-11 UNEP – Sesi khusus Konferensi PBB Program Lingkungan di Nusa Dua, Bali, Rabu (24/2). Konfrensi yang dihadiri 1000 peserta dari 130 negara tersebut juga dihadiri 30 menteri dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu kebijakan bidang lingkungan hidup global khususnya yang berada di bawah sistem multilateral. ( FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/nz/10. )

Denpasar ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan dari United Nations Environment Programme (UNEP) atas inisiatif untuk tata kelola kelautan melalui kesepakatan Manado.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner saat Presiden Yudhoyono membuka pertemuan ke-11 Special Session of The UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum (GC-UNEP) di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Rabu [24/02] siang.

Achim Steiner dalam sambutannya mengatakan cukup banyak kesadaran mengenai tantangan dan masalah lingkungan yang dihadapi saat ini, namun diperlukan kepemimpinan yang baik agar dapat menangani masalah lingkungan.

Ia mengatakan Presiden Yudhoyono telah memberikan contoh bagaimana isu lingkungan dikelola dan juga bagaimana pemerintah dapat secara aktif berperan dalam menyelesaikan masalah lingkungan melalui kebijakannya.

Sementara itu Presiden Yudhoyono mengatakan ia merasa bangga dan menyatakan penghargaan tersebut merupakan dorongan positif bagi dirinya dan masyarakat Indonesia untuk terus mengelola potensi kelautan termasuk terumbu karang.

“Atas nama pemerintah dan rakyat indonesia ucapkan terima kasih UNEP award leadership Marine Management. Semoga penghargaan ini bisa mendorong rakyat indonesia dan pemerintah untuk mengelola laut lebih baik di masa depan,” katanya.

Menteri Lingkukang Hidup Internasional

Pertemuan menteri lingkungan hidup internasional tersebut, dikutip dari situs resmi kementerian lingkungan hidup RI diikuti oleh 1.200 orang yang berasal dari 192 negara.

Menteri dari seluruh negara yang hadir akan melakukan review pada isu-isu kebijakan bidang lingkungan hidup global khususnya  yang berada di bawah sistem multilateral.

Tema pertemuan ini adalah Environment in the Multilateral System  dengan tiga topik pembahasan yaitu International Environmental Governance (IEG) and sustainable development, The Green Economy and Biodiversity and Ecosystems. Melalui pertemuan ini juga akan dihasilkan tujuh kesepakatan yang dua di antaranya usulan RI.

Usulan RI tersebut menyangkut Decision on Ocean, dan Nusa Dua Declaration. Decision on Ocean merupakan tindak lanjut dari Manado Ocean Declaration sedangkan Nusa Dua Declaration merupakan

pesan politis tingkat tinggi untuk menempatkan UNEP pada Konferensi Rio+20 tahun 2012 serta referensi kegiatan tahun 2010 lainnya.  Keputusan lain yang juga akan disepakati pada pertemuan ini adalah guideline for the development of national legislation on access to information, public participation and access to justice in environmental matter dan guideline for development of domestic legislation on liability, response action and compensation for damage caused by activities dangerous to the environment.

Pemerintah Indonesia mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan tentang kebijakan lingkungan global khususnya terkait dengan implementasi beberapa perjanjian multilateral bidang lingkungan (Multilateral Environmental Agreements-MEAs).

Semula Presiden akan bertolak menuju Bali pada Selasa (23/2), namun karena pada Senin (22/2) ibunda Presiden harus menjalani tindakan medis, maka Kepala Negara baru bertolak menuju Bali pada Rabu (24/2).

Presiden juga mengubah jadwal kunjungan kerja di Bali yang semula direncanakan menginap satu hari sejak Selasa (23/2) hingga Rabu (24/2), menjadi kunjungan kerja sehari. ( ant )

Comments are closed.