SBY : Mana Tulisan Indonesia ?

OLAHRAGA BERSAMA : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disaksikan Ibu Ani Yudhoyono mencoba menggunakan ransel saat olahraga pagI bersama, di halaman Departemen Perdagangan, di Jakarta, Jumat (19/2). Turut hadiri dalam acara itu Menpora Andi Malaranggeng, Menperdag Marie Elka Pangestu, Gubernur DKI Jaya Fauzy Bowo, serta para pejabat lainnya. ( FOTO ANTARA/Rumgapres-Haryanto/Koz/hp/10. )

Jakarta (Berita): “Mana tulisan Indonesia-nya,” tanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai senam pagi kepada seorang produsen baju olah raga yang dipamerkan di halaman Kantor Kemendag RI Jakarta, Jumat [19/02] pagi ini
Dalam senam pagi itu, selain Presiden SBY, turut hadir ibu Ani Yudhoyono dan Mendag Mari Elka Pangestu, dan Menpora Andi Malaranggeng
Tidak dicantumkannya merek buatan Indonesia itu membuat Presiden SBY sedikit kecewa. Terlebih merek produk tersebut sudah cukup dikenal masyarakat.
Namun Presiden SBY tampak begitu piawai menyembunyikan kekecewaan dengan bermain – main bola dan mengkop. Ia jugasempat mengenakan tas gendong (traveling). Pendeknya ia bak seorang peragawan pakaian olah raga.
Sebelum meninggalkan stand dadakan tersebut, SBY sempat mengatakan: “Sebelum kesebelasan kita mendunia, kita sudah bisa membuat bolakelas dunia. Produk kita sudah mendapat lisence FIFA,” ujarnya.

Sementara itu Mendag Mari Elka Pangestu kepada Presiden SBY mengatakan pihaknya sudah mentradisikan olah raga senam pagi setiap hari Jumat pagi.
“Pak Presiden dan Pak Andi, kami di Perdagangan sudah melakukan olah raga senam pagi setiap Jumat pagi. Olah raga kita tingkatkan, kita sekaligus bersilaturrahmi dengan stake holder. Sebentar lagi menghadapiSea Games 2011. Kita harus mampaatkan momen itu,” katanya.

100% Indonesia Ditanggapi Skeptis

Mendag Mari Elka Pangestu menyayangkan sikap skeptis sebagian masyarakat terhadap kampanye 100% cinta produk Indonesia.

Kendati demikian Mari tak patah arang. Malahan pemerintah kembali meluncurkan program kampanye 100% Indonesia dari Istana Negara. “Kampanye 100% Indonesiadiluncurkan kembali. Tanggapan masyarakat agaK skeptis memang. Cinta belum tentu membeli. Kita tunjukkan produk kita tidak kalah dari dengan produk luar termasuk buatan RRT,” kata Mari.

Sebagai desk 100% cinta produk Indonesia, Mari telah melanglang buana ke berbagai daerah untuk melakukan promosi baik terhadap kalngan akademisi, praktisi, selebritis lokal maupun asing.

Malah di lingkungan kerjanya, ada semacam kewajiban bagi pegawainya untuk memakai pakaian batik 2 kali dalam seminggu. “Dalam penggunaan produk dalam negeri yakni Senin dan Rabu, kita di sini memakai pakaian batik. (Selasa- jumat), dua kali seminggu. Kalau snek (makanan kecil) kita gunakanlah produk lokal, inilah cara kita untuk bersaing. Jangan gunakan produk impor,” pungkasnya.

“Peningkatan produk dalam negeri yang kami lakukan ini merupakan cara tepat dalam menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme serta mendorong masyarakat mencintai dan memakai produk dalam negeri. Dengan demikian industri dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.
Dalam menghadapi Sea Gamestahun 2011, Mari juga meminta agar Menpora Andi Malaranggeng memplopori atlet lokal dan asing untuk menggunakan produk lokal.
“Dalam hal apapun, saya tidak mau rugi. Selaku Menteri Perdagangan, saya harus selalu mencari untung,” tukas Mari sembari mengulas senyum melirik Andi Malaranggeng.
Gayung pu bersambut. Andi Malaranggeng mengaku siap memplopori. Terlebih sekarang pihaknya sedang menggelorakan olah ke para Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia,sebagai hari krida. “Kita siap bantu. Karena denganberolah raga, kita bisa bisa meningkatkan produksi industri pakaian olah raga. Bahkan kalau bisa kita harus ekspor,” imbuhnya.

Industri Produk Olah Raga Berkembang

Industri produk olah raga kian berkembang. Perusahaan pembuat bolo sepak, futsal, voli dan basket dengan nilai investasi 1 juta dolar AS menargetkan 95% ekspor ke Asia, Eropa, Middle East, Afrika dan AS.
Sementara distributor sepatu Piero, PT Panatrade Caraka mendominasi pasar fottball Indonesia sejak tahun 1994. Share market 13%, Adidas 11,1%, Eagle 10.8%, Piero 8,5%, Spotec 6,3%, Converse 5,8%, Nike 5,2% dan merek lain 24,2%.
Sejak didirikan tahun 1989 di Sidoarjo (Jatim), perusahaan ini ditunjuk menjadi perusahaan standar dunia dengan produksinya sebagaian besar di eskpor. Kapasitas produksi 550.000 unit/tahun, 70% untuk ekspor dan 30% pasar lokal.
Sementara itu jutaan Sepeda produksi Indonesia diekspor ke 5 benua di dunia (30 negara) yakni Benua Eropa, Benua Amerika, Benua Asia, Benua Afrika dan Benua Australia.

Kepada Presiden SBY, Menteri Perdagangan mari Elka Pangestu membeberkan perkembangan industri produk olah raga terkini. “Pak Presiden dan Pak Andi, kami di Perdagangan sudah melakukan olah raga senam pagi setiap Jumat pagi. Olah raga kita tingkatkan, kita sekaligus bersilaturrahmi dengan stake holder. Sebentar lagi menghadapiSea Games 2011. Kita harus mampaatkan momen itu,” katanya. Menanggapi hal itu Presiden SBY tersenyum sembari menyaksikan produk- produk tersebut. “Bagus- bagus,” katanya.

BM Bowling Tinggi

Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malaranggeng mengeluhkan tingginya bea masuk (BM) bola bowling yakni 30 persen. “Kalau Mendag tidak mau rugi, saya juga tidak mau rugi. Saya minta Mendag menurunkan BM bowling. Kasih keringanlah, Jangan 30 persen,” pinta Andi Malaranggeng dalam jumpers bersama Mendag Mari Elka Pangestu usai senam pagi ini, Jumat [19/02] di kantor Kemendag.

Menurut Andi, diturunkannya bea masuk Bowling itu akan berpotensi meningkatkan prestasi olah raga bowling di tanah air. Terlebih selama ini olah raga para orang kaya itu merupakan salah satu cabang olah raga yang banyak mendulang medali dalam kancah olah raga di Asean dan Sea Games.
“Selama ini bowling penyumbang medali emas Indonesia. Saya yakin kita bisa juara dalam iven- iven olah raga internasional kalau disuport kita. Makanya mohon BM nya diturunkan,” lanjutnya.

Selain itu mantan Jubir Presiden SBY itu juga meminta supaya BM peluru impor untuk keperluan olah raga menembak diturunkan. Karena persediaan yang ada sekarang sangat sedikit sehingga rutinitasnya semakin sedikit. Menanggapi keluhan Menpora tentang MB bowling dan peluru, Mendag Mari Elka Pangestu menjawab: “Saya akan mempelajari dan tentunya kita lihat apakah sudahdiproduksi di Indonesia. Untuk peluru kita akan lihat, asalkan penggunaanya tepat,” ujar Mari.

Mari juga meminta dukungan dari Menpora agar dalam mengkampanyekan olah raga itu dikampanyekan pula penggunaan produk dalam negeri. “Kami juga minta Menpora agar akut mengkampanyekan prnggunaan produk dalam negeri ektika berolah raga. Nike, Adidas, desainnya dibuat di Indonesia untuk kebutuhan bola di seluruh dunia lho. Orang gak tahu. Snek juga jangan yang impor,” imbuhnya. Mengenai peralatan peluru untuk olah raga menembak yang sangat minim karena BM tinggi, Mari mengatakan akan memperhatikan: “Akan kita lihat, asalkan penggunaannya tepat,”. (olo)

Comments are closed.