PNS Pertanyakan Kelengkapan Untuk Berobat Askes

TAPAKTUAN (Berita): Setiap PNS yang berobat di RSUYA terlihat masih banyak kelengkapan yang kurang, seperti MAP, padahal setiap gaji PNS tiapbulan selalu dipotong, malah tingkat MAP saja harus dibeli, sangat menyesali tingkat pengelola ASKES dalam lingkungan RSUYA Tapaktuan ini, dan menjadi pertanyaan besar bagi kalangan PNS.

Menurut keterangan dari pada pasien yang berobat bahwa, kami kecewa atas pelayanan askes yang masih sangat rawan terjadi di RSUYA ini, karena selain pelayanan yang masih sangat tidak puas ada lagi hal yang sangat kewalahan dimana setiap pasien yang berobat harus membeli MAP, sebagai tempat surat surat atau nama nama identitas yang berobat.

Selanjutnya pasien yang hendak berobat selalu harus menunggu antrian, malah kadang kadang ada yang sudah lama menunggu giliran juga tidak terpanggil oleh pihak pengelola Askes, sehingga mpekerjaan menunggu itu adalah pekerjaaan yang sangat membosankan kita, celutu para pasien askes.

Satu MAP saja untuk kelengkapan administrasi harus dibeli, padahal setiap bulan gaji dipotong, kenapa mesti MAP satu saja tidak sanggup dibeli oleh setiap pengelola Askes.

Inilah kinerja yang masih tanggung tanggung dilaksanakan oleh pihak pengelola Askes. Kalau memang tidak mampu kenapa harus bertahan, lebih bagus bubar saja askes ini, tingkat satu MAP saja harus dibeli, apa tidak cukup dengan potongan gaji para PNS berapa PNS seiap bulan gaji yang dipotong.

Ini sudah keterlaluan karena bukan sedikit gaji yang dipotong tiap bulan oleh pihak pengelola Askes, tetapi tingkat MAP saja harus dibeli juga, perlu dilakukan penyelidikan dan meminta tim Bawasda harus turun tangan, karena bukan sedikit gaji PNS itu di potong setiap bulan, kenapa tingkat MAP satu saja harus dibeli.

Seharusnyapihak pengelola Askes itu harus tau melengkapi kebutuhan administrasi dalam hal menangani askes, jangan hanya yang tau uang saja, sementara tingkat MAP satu harus pasien askes juga yang beli, apa tidak cukup setiap bulan gaji dipotong, saya rasa miliaran rupiah tiap bulan untuk pemotongan askes.

Tingkat MAP satu biji harus pasien yang beli, sudah sangat keterlaluan.

Selain pelayanan yang sangat kurang juga obat obatan pun asal-asalan yang penting mereka bekerja, habis bulan ambil gaji, persoalan untuk puas tidak puasnya pasien, itu tidak menjadi tanggung jawab pihak pengelola askes.

Ini yang menjadi pertanyaan besar dari kalangan PNS,seharusnya pihak bawasda harus turun tangan untuk mengecek kembali berapa miliar gaji PNS itu dipotong tiap bulan, mesti satu MAP saja harus dari pasien PNS yang beli,sungguh sangat keterlaluan.

Dikemanakan gaji PNS yang dipotong setiap bulan tersebut, sementara untuk pengadaan MAP saja tidak ada.

Maunya pihak pengelola askes harus tau apa apa yang sudah kurang supaya dapat di lengkapi,jangalah tingkat satu MAP saja harus dibeli dari pasein PNS juga, ini yang sangat memalukan daerah,ucap sumber.

Menurut Direktur RSUYA Tapaktuan Akmal Ajwardi ketika dihubungi lewat HP mengatakan, itu tidak benar, malah Akmal mengatakan hal itu jangan ditulis itu enggak ada semua. (yun)