Perguruan Tinggi Berperan Percepat Penguasaan Sains Dan Teknologi
Banda Aceh ( Berita ) : Perguruan Tinggi dinilai berperan dan mampu mempercepat penguasaan sains dan teknologi untuk melepaskan masyarakat dari ketergantungan pada “produksi” sains dan teknologi negara lain.
“Civitas akademika harus menyadari bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap perkembangan sans dan teknologi yang dimulai dari perguruan tinggi,” kata Pembantu Rektor III Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rusli Yusuf di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan pada seminar nasional pendidikan dan sains yang digelar program studi pendidikan Biologi dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah Darussalam.
Rusli mengatakan, perguruan tinggi merupakan institusi yang seharusnya maju dalam upaya membangun masyarakat yang mampu merespon sekaligus menghasilkan karya sains dan teknologi.
Namun, bila diteliti lebih lanjut, peran perguruan tinggi di Indonesia dalam memacu perkembangan sains dan teknologi masih jauh tertinggal dibanding di negara-negara maju.
Hal tersebut menurutnya disebabkan masyarakat (civitas akademika) perguruan tinggi di Indonesia belum mampu menumbuhkembangkan nuansa sains dan teknologi di lingkungannya sendiri. Penerapan strategi penguasaan sains dan teknologi masih terjadi secara parsial tanpa disertai konsep yang jelas untuk
menanamkan proses penguasaan sains dan teknologi.
“Miris rasanya menyaksikan derasnya aliran ‘produk’ sains dan teknologi negara lain dan menguasai sebagian besar sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga sangat tergantung pada produk tersebut,” katanya.
Ia merekomendasikan beberapa langkah yang dapat ditempuh perguruan tinggi sebagai lembaga terdepan membawa masyarakat untuk menguasai sains dan teknologi lebih luas.
Langkah tersebut antara lain pimpinan perguruan tinggi harus memiliki konsep, komitmen dan fokus dengan misi yang jelas untuk menjadikan penguasaan sains dan teknologi sebagai sasaran utama dari tujuan pendidikan tinggi.
Selain itu menggunakan sumberdaya perguruan tinggi yang tersedia secara maksimal dan profesional, memacu agar tertanam sifat kreatif dan inovatif oleh civitas akademika.
Perguruan tinggi harus berani mengubah kurikulum konvensional yang menyebabkan peserta didik pasif merespon perkembangan sanis dan teknologi, di samping menyediakan sarana dan prasarana di bidang tersebut, katanya.
Rusli mengatakan, perguruan tinggi harus perlu membuka dan mendukung seluas-luasnya pengembangan ide-ide yang muncul terkait sains dan teknologi baik dari pribadi, kelompok maupun lembaga pendukung di lingkungannya. ( ant )