Asian Agri Targetkan Produksi 15 Juta Kecambah

Kampar, Riau ( Berita ) :PT Asian Agri tahun ini menargetkan produksi kecambah sawitnya lebih besar dari tahun lalu atau sebanyak 15 juta menyusul banyaknya pesanan sejak akhir 2009.

“Permintaan terus meningkat dengan alasan bisnis perusahaan perkebunan mulai membaik setelah sebelumnya terganggu akibat krisis global,” kata General Manager and Chief Plant Breder PT Tunggal Yunus Estate, Ang Boon Beng di Topaz, Kampar, Riau, Kamis [18/02] .

Tahun lalu, produksi dan penjualan Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz itu hanya sekitar 6,6 juta dari target semula 10 juta. Jumlah penjualan tahun 2009 itu jauh menurun dibandingkan tahun 2008 yang produksi dan penjualan kecambahnya hampir 14 juta.

Manajemen masih bisa meningkatkan produksi kecambah itu di atas 15 juta kalau permintan pasar terus naik, karena kapasitas produksi di atas 15 juta, kata Ang yang didampingi Corporate Communication Asian Agri, Fiona Mambu.

Dia menjelaskan, dari 15 juta kecambah yang diproduksi itu sekitar lima juta untuk kebutuhan perusahaan dan sisanya untuk umum termasuk petani yang dialokasikan sebanyak 30 persen. Harga kecambah masih tetap seperti tahun lalu atau Rp8.000 per kecambah.

“Meski permintaan tren menguat, manajemen belum menaikkan harga jual. Selain harga jual itu masih ada untung juga menjaga kelangsungan permintaan pasar yang baru saja pulih,” katanya.

Permintaan terus meningkat khususnya dari perusahaan di Kalimantan termasuk dari negara luar yang transaksinya masih sedang dalam negosiasi. Dia menjelaskan, varietaskelapa sawit DxP Topaz yang terdiri dari Topaz I (dura Deli X pisifera Nigeria), Topaz 2 yang merupakan perkawinan dengan pisifera Ghana, Topaz 3 (Ekona) dan Topaz 4 yang berasal dari dura Deli dengan pisifera Yangambi sudah diakui pasar.

Keunggulan produk Topaz itu antara lain potensi hasil minyaknyayang tinggi, produksi yang tinggi mulai panen pertama, rendemen minyak yang tinggi, pertumbuhan meninggi yang lambat dan mampu beradaptasi dengan baik pada tanah gambut.

Produksi tandan buah segar (TBS) sawit tahun pertama benih Asian Agri misalnya 15 – 18 tonper hektare dan pernah mencapai 24 ton per hektare. Kandungan minyak (CPO) di atas 5 ton per hektare dan rendemen sekitar 21 persen. Tahun kedua, produksi TBS bisa 25 ton ke atas, rendemen 24 tondan kandungan CPObisa 6 ton lebih.

Sebelumnya Dirjen Perkebunan Ahmad Manggabarani, ketika di Medan, mengatakan,Indonesia tahun ini masih harus mengimpor 20 juta benih kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Jumlah itu tidak terlalu jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana benih tersebut masih didatangkan dari Papua Nugini, Costarika dan Malaysia.

Dia menyebutkan, impor benih itu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tetapi juga butuh varietas baru. “Namanya juga kita butuh jenis baru, makanya kita impor. Meski ada impor, tetapi ekspor benih dari Indonesia juga ada,” katanya.( ant )

Comments are closed.