Pascasarjana Teknik Elektro ITM Mulai Kuliah Maret 2010
MEDAN (Berita): Sehubungan dengan MoU yang telah dilaksanakan Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Medan (ITM) dengan Institut Sains Dan Teknologi Nasional (ISTN), Teknik Elektro ITM khusus Pascasarjana akan melaksanakan perkuliahan pada bulan Maret 2010.
Demikian dijelaskan Ketua Jurusan Teknik Elektro ITM Ir.Hermansyah Alam MT.Mm didampingi Sekretaris Jurusan T.Elektro Ir.Suhelmi, kemarin di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.
Herman menyebutkan, saat ini mahasiswa Pascasarjana yang telah mendaftar dan akan mengikuti perkuliahan berjumlah 18 orang. Penyelenggaraan pendidikan menggunakan sistem semester dimana tiap semesternya membutuhkan waktu 16-18 minggu.Sementara untuk jenjang Magister Teknik hanya memerlukan 4 semester dengan menempuh minimal untuk Magister Teknik Mesin 39 sks, Magister Teknik Elektro 42 sks, Magister Teknik Industri 44 sks. “Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka, diskusi, pembuatan makalah, presentasi, seminar, ujian dan tugas akhir berupa penyusunan thesis,” ujarnya.
Menurut Herman, pelaksanaan perkuliahan menggabungkan keunggulan tatap muka serta penggunaan teknologi komunikaso dan informasi (e-learnng).
Peryaran untuk calon peserta menurut Herman, harus memiliki ijajah S1 untuk semua jurusan teknik dan bidang sains yang relevan serta lulus seleksi masuk yang iselenggarakan oleh program Pascasarjana ISTN.
Sementara itu Ir.Suhelmi memaparkan bahwa program Pascasarjana tersebut dibina dan dikelola para dosen/staf pengajar yang merupakan pakar dan juga prkatisi dalam bidangnya yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang terkemuka baik dalam maupun luar negeri. Pendaftaran Program Pascasarjana dibuka 2 kali dalam setahun yaitu pada semester ganjil (Juni-Agustus) dan pada semester genap (Januari-Maret).
Kerjasama dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Elektro ITM dengan ISTN ini didasari seiring semakin berkembangnya dunia teknologi dan dunia usaha yang berubah cepat seiring denan berjalannya roda kehidupan menuju masa depan, kata Suhelmi.
Ditambahkannya, melalui penyelenggaraan Program Pascasarjana tersebut kedua institut ini berkomitmen ingin berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sehingga dapat menunjang pembangunan nasional khususnya dalam iptek, industri dan dunia usaha, sehingga SDM yang dihasilkan memiliki keahlian dn profesionalisme yang tinggi baik dalam kegiatan engeneering dan litbang yang bercorak produktif, inovatif serta memiliki jiwa kewirausahaan. (aje)