Maulana Pohan – Arif Diusung Tiga Partai
KESEPAKATAN: Ketua Partai Patriot Medan, Drs Hendra DS sedang berbincang dengan bakal calon walikota Medan, Maulana Pohan, seusai penandatanganan nota kesepahaman tiga partai yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Patriot Pancasila sebagai pengusung Maulana Pohan-Arif untuk maju dalam Pilkada Kota Medan 2010. (Berita Sore/ist )
MEDAN (Berita): Langkah Ir Maulana Pohan dan Ahmad Arif untuk maju pada Pilkada Walikota Medan tahun ini, telah dimatangkan dengan tiga partai politik pengusung. Kebulatan tekad partai-partai pengusung pasangan Maulana-Arif menandatangani kesepakatan bersama di Maulana Center Jalan Suprapto Medan, Kamis [11/02].
Ketiga partai politik pengusung itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki 3 kursi di DPRD, PartaiAmanat Nasional (PAN) 4 kursi dan Partai Patriot 1 kursi. Koalisi tiga partai ini telah memenuhi persyaratan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengajukan pasangan calon pada Pilkada Kota Medan 2010. Direncanakan, hari ini (Jumat siang) Maulana Pohan-Arif akan mendaftarkan diri ke KPU Medan.
Ketua DPW PPP Sumut, H Fadly Nurzal S Ag, pada kesempatan itu mengatakan, diputuskannya pasangan Maulana-Arif, pertama adalah pandangan agama. Dinilai Maulana-Arif mempunyai pemahaman agama yang kuat. Dalam pandangan seluruh agama, bahwa orang yang agamanya kuat akan menyelamatkan orang di sekelilingnya.“Orang yang agamanya kuat akan mengemban amanah secara benar dan bertanggungjawab. Inilah salah satu keputusan PPP mendung Maulana-Arif,” katanya.
Pemimpin Bersih
Begitu juga persoalan akhlak, bahwa Maulana-Arif secara moral pasangan ini belum tercabik-cabik. “Ketika pasangan ini memimpin Kota Medan, maka sesungguhnya ini adalah kembalinya pemimpin yang bersih sesuai harapan masyarakat,” kata Fadly.
Secara nasional, lanjut anggota DPRD Sumut ini, bangsa kita sedang mengalami berbagai persoalan. Baik ekonomi, sosial maupun persoalan masyarakat lainnya.
Di Medan, pedagang kecil tidak nyaman untuk mencari nafkah. Mereka ‘diusir’ dan tidak diberi kesempatan untuk mencari nafkah dengan baik.Karenanya, kita membutuhkan sosok pemimpin yang sederhana. Sehingga tidak terjadi ketimpangan yang begitu jauh antara rakyat dengan pemimpinnya.
“Jika pemimpinnya hidup bermewah-mewah, sedang rakyatnya untuk mencari makan pun susah, maka akan tercipta kesenjangan yang begitu jauh. Karenanya, sosok Maulana-Arif adalah pemimpin yang bisa menjawab kesedihan dan persoalan masyarakat”.
Selain itu, keduanya juga mempunyai pengalaman yang sinkron. Maulana mempunyai pengalaman di bidang birokrasi, sedang Ahmad Arif berpengalaman di legislatif. “Sehingga keduanya akan sinkron untuk memimpin kota ini secara baik dan benar,” ujar Fadly.
Ketua Partai Patriot Kota Medan, Hendra DS mengatakan, pengalaman partai yang dipimpinnya dalam mengikuti Pilkada calonnya selalu menang. “Mudah-mudahan keberuntungan ini ada pada Maulana-Arif yakni memenangkan Pilkada Kota Medan,” ujar Hendra.
Sedang Sekretaris DPD PAN Kota Medan Aripay Tambunan mengatakan, keputusan untuk mengusung Ahmad Arif telah diputuskan lewat Rakerda, baik sebagai walikota maupun wakil walikota. “Kini Arif akan maju mendamping Maulana, karenanya merupakan kewajiban bagi kader dan simpatisan PAN untuk memenangkannya. Dalam acara itu masing-masing ketua dan sekretaris pengusung menandatangani nota kesepahaman dengan Maulan Pohan-Arif, dan begitu juga sebaliknya. (zili)
