Tokoh Golkar Harapkan Pers Jadi Pencerdas Rakyat

Jakarta ( Berita ) : Dua tokoh Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan dan Zainal Bintang, mengharapkan pers tetap berada pada jalurnya sebagai pencerdas rakyat.

“Tetaplah menjadi pencerdas rakyat, sekaligus pencerah masyarakat dan perekat kebhinekaan,” kata Ferry kepada ANTARA, di Jakarta, Selasa [09/02], terkait Hari Pers Nasional, 9 Februari 2010, yang dipusatkan di Palembang dan diawali dengan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Harapan senada dinyatakan Zainal Bintang yang juga berlatar wartawan. Bintang menambahkan, sebagai pilar keempat demokrasi, pers dituntut semakin peduli meluruskan benang merah perjuangan bangsa, melaksanakan amanat serta tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945. “Sebab, selain sebagai pilar keempat demokrasi, ada amanat lain dari pers Indonesia, yakni sebagai pers perjuangan,” tegasnya.

Bintang mengajukan empat hal yang disebutnya sebagai “renungan” memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2010 yang berjudul “Terima Kasih Kepada Wartawan”. “Pertama, ternyata masih ada setitik harapan perbaikan bangsa ini yang terlihat ada di tangan kelompok jurnalis, khususnya yang masih mudah yang idealis, yang belum terimbas lumpur ‘aji mumpung’, belum bersimbah materialisme minus moralitas,” katanya.

Hal kedua yang patut direnungkan, menurut dia, Indonesia sedang menderita penyakit komplikasi akut korupsi, intimidasi dan konspirasi. “Mayoritas pemimpin atau penguasa dilanda demoralisasi dan negara seperti mengalami disorientasi,” ujarnya.

Ketiga, negara sebetulnya terkesan belum mampu mengelola tugas-tugas kenegaraan sebagaimana diamanatkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945, untuk mensejahterahkan rakyat, memberi rasa aman serta penguatan jati diri maupun harga diri secara bermartabat.

“Herry Mulya dalam kasus pertandingan Timnas PSSI versus Oman di Stadion Gelora Bung Karno dan Laode Kamaluddin yang teriak di arena Pansus Angket Century DPR RI, adalah dua dari sekian contoh kegagalan negara dan sekaligus ekspresi ketidakpercayaan rakyat kepada pejabat negara,” tandasnya.

Keempat, Zainal Bintang mengajak semua pihak belajar menghormati, melindungi dan mencintai jurnalis-jurnalis, yakni  pejuang pers yang mendedikasikan hidup mereka, menyabung nyawa siang-malam untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. ( ant )

Comments are closed.