Presiden Imbau Pers Bijak Gunakan Kekuatan
BUKU ENSIKLOPEDIA. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono (kiri) disaksikan Mekominfo Tifatul Sembiring (kanan) menyerahkan buku ensiklopedia (EPI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Palembang, Selasa (9/2). ( FOTO ANTARA/Nila Fu’adi/ed/hp/10 )
JAKARTA ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap insan pers nasional dapat menggunakan kekuatannya dengan bijak dan turut berkontribusi dalam upaya mensukseskan kehidupan bangsa.
’Pers sekarang ini menjadi salah satu elemen yang powerful di Indonesia. Pastikan power, kekuasaan, dan kekuatan itu digunakan secara konstruktif,’ kata Presiden dalam peringatan ke-64 Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, Selasa [09/02]. Presiden mengimbau agar insan pers dapat memanfaatkan power yang dimilikinya untuk kepentingan rakyat.
Hal itu, lanjut dia, mengingat demokrasi yang sedang dikembangkan Indonesia adalah demokrasi yang ber-basis masyarakat bukan demokrasi yang berbasis pada negara atau media.
’Ingat demokrasi yang kita inginkan adalah people center democracy bukan state center democracy… atau media center democracy,’ katanya.Oleh karena itu, pers hendaknya juga menjaga keseimbangan informasi dan melakukan sensor pribadi.
’Kita juga ingin liputan pers balance, cover both side,’ ujarnya seraya men-contohkan apabila media mengritik seorang pejabat hendaknya memberi kesem-patan sang pejabat untuk memberikan penjelasan sehingga rakyat mengetahui duduk persoalannya.
Kepala Negara juga me-nyinggung mengenai teori batas kepatutan yang dimi-liki oleh organisasi pers.’Ada istilah bahasa menunjukkan bangsa,’ katanya. Pada akhir pidatonya Kepala Negara mengajak seluruh insan pers turut mendukung pemerintah mensukseskan program pembangunan. Kepala Negara juga mengatakan bahwa pemerintahannya memberikan komitmen besar pada kemerdekaan pers. Presiden juga selalu menghadiri peringatan HPN, kecuali satu kali di Samarinda.
H Teruna Jasa Said Terima Kartu Pers Utama Dan Tandatangani Ratifikasi Pers
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan piagam Palembang yang merupakan Ratifikasi Pers, kesepakatan perusahaan pers nasional. Hal itu dikatakan Presiden pada acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2010 di Hotel Aryaduta Palembang Selasa (9/2). HPN ke 64 ini dipusatkan di Kota Palembang, bumi Sriwijaya, sebuah kota tua.
Puncak HPN itu dihadiri sejumlah menteri seperti Menko Ekuin Hatta Radjasa, Menko Info Tifatul Sembiring, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Gubernur Kaltim, Muspida Sumsel dan suluruh tokoh pers maupun insan pers di seluruh Indonesia.
Presiden mengatakan penandatangan Ratifiksi Pers yang merupakan Piagam Palembang untuk standar jurnalistik sangat dibanggakan bahwa masyarakat pers sendiri yang menata nilai-nilai standarisasinya.
Ada 18 perusahaan pers di seluruh Indonesia yang menandatangani ratifikasi yakni Dahlan Iskan dari Jawa Post Group, Agung Adiprasetya (Kompas Gramedia Group), Hary Tanoesudibjo (MNC Group), Chairul Tanjung (Transmedia Group), Syafik Umar (Pikiran Rakyat Group), Budiono Darsono (Detik Com Group), Haryono LPP TVRI. H Teruna Jasa Said (Waspada Group), Kukrit Suryo Wicaksono (Suara Merdeka Group), Dodi Reza Alex.(Pandji Media Network), ABG Satria Narada (Bali Pos Group), H Sofyan Lubis (Pos Kota Group), H Ilham Bintang (Bintang Group), Erick Tohir (Republika Group), Sifida Alisyahbana (Femina Group), James Ryadi (Jakarta Globe Group), Muslim Yusuf (LKBN Antara) dan Syarif M (Smart FM Group). Ratifikasi pers merupakan sebuah perusahaan pers yang memenuhi persyaratan dalam sebuah penerbitan pers.
Selain menandatangani Piagam Palembang, Teruna Jasa Said juga menerima anugerah Number One Press Card (Kartu Utama Pers). Ada 78 penerima Kartu Pers Utama dari seluruh Indonesia, 15 di antaranya dari daerah, termasuk H Teruna Jasa Said. Mereka mendapat anugerah tersebut antara lain karena dedikasinya dalam memajukan pers. Tribuana Said, Komisaris Harian Waspada dan ibunda mertuanya Herawati Diah juga mendapat Kartu Pers Utama yang diserahkan Oleh Ketua Umum PWI Pusat H Margiono.
Presiden menyebut dia juga memberikan apresiasi juga buat Margiono yang membangun sekolah persepakbolaan agar sepak bola dapat jaya. ‘Saya bangga dengan tumbuhnya persepakbolaan maka akan maju sepak bola nanti. Presiden mengatakan pers mulai mengintip masa depannya.Indonesia memiliki tiga gelombang peradaban, gelombang informasi. ’Jadi dunia maya tetap menghormati dunia jurnalistiknya,’ kata presiden.
Judul kuliah perdana, ‘Mengapa Indonesia Harus Berhasil?
Kita bangsa Indonesia telah lulus dalam ujian masa lalu. Oleh karena itu harus mampu menghadapi ujian masa lalu. Ujian pertama Krisis ekonomi 1998. Krisis itu membikin ekonomi collaps, politik tak stabil dan hubungan internasional buruk, bahkan ada yang memperkirakan collaps.
Tapi perlahan kita bangkit, kebebasan pers tetap berjalan. Sistem pemerintahan yang sentralistik telah beruah, bahkan kebangrisiskitan dalam menekan krisis. Ujian kedua tentang krisis global.’Saya hadiri pertemuan Summit di seluruh dunia yang intinya para pemimpim dunia juga merasakan dampak krisis tersebut. Insya Allah kita lulus dalam ujian krisis kedua itu,’ katanya.
Ujian ketiga, kata Presiden, kita harus lulus dalam ujian pembangunan lima tahun mendatang. Untuk bisa sukses, harus meningkatkan pembangunan ekonomi, demokrasi juga harus dan ketiga keadilan harus merata. Seluruh warga negara harus dibantu. Jadi pembangunan harus bisa meningkat.
Sekarang apakah pembangunan ke depan harus tidak ada krisis dan bisa diantisipasi. Sekarang dunia multipolar. ntribusi untuk mencapai sukses yang ikut mengembangkan. ‘Kita ingin liputan itu balance,’ kata presiden. Ia berpesan demokrasi yang berkembang dewasa ini hendaklah betul-betul untuk meningkatkan pembangunan masyarakat.
‘Saya yakin demokrasi kita dalam tatanan yang baru dalam satu kontrol terhadap kekuasaan, katanya. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat H Margiono menambahkan HPN dihadiri sekira 1500 wartawan
dari seluruh Indonesia. Hadir juga wartawan infotainmen yang telah mengikuti pelatihan jurnalistik. Sebab wartawan Jadi kalau mau membangun 5 tahun mendatang, kita harus tahu kondisi global. Yang perlu diperhatikan adalah enam pilar itu. ‘Mari kita satukan enam pilar pembanguan tadi. Mari kita jaga politik dalam negeri. Jadi lingkugan dalam negeri itu salah satu jalan menuju sukses dalam lima tahun mendatang,’ kata Presiden yang optimis bisa mencapai itu.
Presiden berharap pertama, pers berko infotainmen juga bagian dari jurnalistik. Hadir juga ibu Herawati Diah berumur 90 tahun, wartawan senior. Para pemilik media massa dan cetak yang akan menandatangani ratifikasi tentang standar perusahaan pers, standar kompertensi wartawan, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan perlindungan wartawan. Tajuk rencana dan foto
Tajuk rencananya ‘Berikankanlah Keadilan untuk Prita’ dan Muhammad, fotografer dari Harian Singgalang. Sedangkan karya berita tidak ada.Dalam kaitan HPN ini juga, diselenggarakan Porwarnas bukan fokus pada hasil pertandingan saja, melainkan juga pada kompertensi wartawan dalam Pena Emas untuk Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Tarman Azzam (mantan Ketua Umum PWI).
Selain itu juga ada Medali Kebebasan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan institusi Mahkamah Agung. Juga digelar Konvensi Media Massa. Intinya kehidupan pers masih cukup baik walaupun ada persaingan dengan media online. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan kegiatan Porwarnas X merupakan persiapan menuju Sea Games ke XXVI pada 11-11-2011 yang merupakan tanggal hokki.
Persiapan sudah hampir Jadi media yang sudah menganut empat kompertensi ini yang sudah dianggap sah dan baku untuk terbit, katanya. Margiono menyebut sepuluh tahun terakhir perkembangan pers membanggakan dan memprihatinkan karena banyak yang tidak mengikuti standar. Jadi dengan ratifikasi maka perusahaan pers itu sudah sehat dan aman untuk berdiri. Juga didirikan sekolah jurnalistik dalam waktu 1 bulan, paling banyak 40 orang Tahun 2013 nanti akan ada sekolah jurnalistik, pertama di Sumsel, Jateng, Jawa Barat dan Riau. Tahun ini juga ada anugerah Adinegoro dengan hadiah Rp50 juta untuk kriteria ta final yang dipusatkan di Jakabaring. Ke depan ia juga memprogramkan sekolah gratis dari
SD-SMA, madrasah yang digelar 25 Maret 2010 dan kesehatan gratis digelar 12 Pebruari 2010.Kedatangan wartawan se Indonesia ke sini membuat makanan khas Palembang seperti Pempek, duku habis di pasaran,katanya.
Menkoinfo Ir H Tifatul Sembiring dalam sambutannya mengatakan hari ini merupakan hari bersejarah bagi insan pers di bumi Sriwijaya. Kebebasan pers harus dipegang bersama. Komitmen kebebasan pers membuat tidak ada lagi pembebasan pers.Ditengah-tengah kebebasan pers ini apakah sudah terukur kebebasannya. Banyak usulan agar kesantunan kita dalam berbicara menuju kesejahteraan dalam berdemokrasi. Kita akan mencapai penurunan kemiskinan 7 persen dan tingkat pengangguran 5-6 persen.
Kalau lihat di TV ada unjuk rasa memecahkan kaca, unjuk rasa di Papua. Hendaknya jangan menayangkan seperti itu saja, melainkan banyak kegiatan lain seperti pekerja di perkebunan, guru sekolah di desa terpencil dan sebagainya. Pemerintah menilai sekritis apapun pers. tetap dinilai secara positip,katanya. (wie)
