BI Perkirakan Tekanan Harga Di Awal 2010

Jakarta ( Berita ) :  Bank Indonesia (BI) memperkirakan masih akan terjadi tekanan terhadap harga penjualan eceran pada tiga dan enam bulan pertama 2010.

Hasil survei BI terhadap penjualan eceran, Selasa [09/02], menyebutkan bahwa perkiraan terjadinya tekanan harga ini tercermin dari indeks ekspektasi harga masing-masing yang mencapai 133,1 poin untuk tiga bulan dan 123,3 poin untuk enam bulan awal tahun ini.

Menurut BI, indeks ekspektasi harga untuk tiga bulan mengalami kenaikan sebesar 1,4 poin, sementara indeks ekspektasi harga enam bulan tidak mengalami perubahan.

Sementara untuk survei penjualan eceran per Desember 2009 tercatat bahwa indeks penjualan riil tercatat sebesar 221,4 atau mengalami peningkatan baik secara bulanan maupun tahunan masing-masing sebesar 7,0 persen dan 36,4 persen.

Kenaikan volume penjualan di tingkat pedagang eceran pada periode laporan ditengarai karena adanya program diskon yang ditawarkan serta adanya hari libur terkait perayaan hari besar keagamaan dan akhir tahun.

Kelompok komoditas yang mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan terutama terjadi pada kelompok komoditas yang berkaitan erat dengan kebutuhan pokok. Kenaikan penjualan riil tertinggi pada kelompok pakaian dan perlengkapannya yakni sebesar 17,0 persen.

Sedangkan kelompok kerajinan, seni dan mainan naik 11,4 persen, kelompok makanan dan tembakau (6,4 persen), kelompok bahan konstruksi (6,2 persen), kelompok suku cadang kendaraan (5,5 persen), kelompok bahan kimia (2,1 persen), kelompok bahan bakar (1,1 persen), dan kelompok perlengkapan rumah tangga (0,7 persen).

Sementara itu, kelompok peralatan tulis masih mengalami penurunan penjualan riil sebesar 10,0 persen. Jika dilihat secara rinci, kenaikan penjualan riil pada kelompok pakaian dan perlengkapannya terjadi di lima kota yang disurvei dimana kenaikan tertinggi terjadi di kota Jakarta dan Semarang.

Dari empat subkelompok yang terdapat dalam kelompok pakaian dan perlengkapannya, secara rata-rata semua subkelompok di lima kota yang disurvei mengalami kenaikan penjualan diatas 10 persen.

Sementara itu, kelompok komoditas lain yang juga mengalami kenaikan di seluruh kota yang disurvei adalah kelompok kerajinan, seni dan mainan serta kelompok makanan dan tembakau dimana peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan yang tinggi pada sub kelompok mainan anak-anak dan sub kelompok makanan jadi & minuman. Secara tahunan indeks penjualan riil tumbuh cukup signifikan sebesar 36,4 persen didorong tujuh kelompok komoditi.

Tujuh kelompok komoditas tersebut adalah kelompok pakaian dan perlengkapannya (113,9 persen), kelompok makanan dan tembakau (58,8 persen), kelompok suku cadang kendaraan (31,6 persen). Selanjutnya kelompok bahan konstruksi (28,4 persen), kelompok peralatan tulis (15,1 persen), kelompok kerajinan, seni dan mainan (14,2 persen), dan kelompok bahan kimia (11,7 persen). Sementara, kelompok bahan bakar dan kelompok perlengkapan rumah tangga masih mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,8 persen dan 0,2 persen. ( ant )

Comments are closed.