Massa Propemerintah Irwandi – Nazar Didukung Dana Asing

DUKUNG GUBERNUR ACEH. Sekitar 10 ribu warga dari sejumlah kabupaten/kota di provinsi NAD berjalan kaki i menuju kantor DPR Aceh usai orasi di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (8/2). Aksi damai yang melumpuhkan jalan kota selama satu jam lebih tersebut memberikan dukungan atas kepemimpinan pasang Gubernur/wakil Gubernur Irwandi dan Muhammad Nazar yang belakangan ini sering didemo mahasiswa karena dinilai gagal membangun Aceh. Mereka juga menutntut tapol/napol Aceh dibebaskan serta menjaga perdamaian Aceh. ( FOTO ANTARA /Ampelsa/ss/mes/10 )

Banda Aceh ( Berita ) :  Massa pendukung pemerintahan Gubernur  Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar diklaim mendapatkan bantuan dana dari asing untuk menyelenggarakan aksi tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator aksi, Nurmasyitah Ali dalam aksi dukungan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Senin [08/02].

“Tidak benar kalau ada dana sebesar Rp1,3 miliar di rekening saya dari Irwandi, itu fitnah. Yang ada hanya dana dari para simpatisan di Malaysia, Filipina dan Singapura,” kata Nurmasyitah. Sekitar 5.000 orang terutama kaum perempuan menggelar aksi dukungan terhadap pemerintahan Irwandi-Nazar di Kantor Gubernur Aceh dan gedung DPRA.

Massa didatangkan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh ke Kota Banda Aceh sejak Minggu (7/2) malam dan dipusatkan di Asrama Haji Banda Aceh.

Dalam aksi tersebut, massa memberikan dukungan kepada Irwandi-Nazar untuk melanjutkan pemerintahan mereka yang sudah berjalan selama tiga tahun sejak dilantik pada 8 Februari 2007.

Selain itu, massa juga meminta agar pemerintah terus menjaga perdamaian di Aceh yang sudah dirasakan masyarakat sejak ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) Helsinki.

Di samping itu, mereka juga meminta agar hal-hal yang belum diselesaikan dalam amanat Undang-Undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh agar segera diselesaikan.

Petisi lain yang disampaikan massa yang mengatasnamakan kaum perempuan Aceh ituadalah  agar Pemerintah Pusat segera membebaskan tapol/napol Aceh yang masih ditahan di Pulau Jawa. Usai aksi di gedung DPRA, mereka langsung bubar dan kembali ke daerah masing-masing.

Ribuan Massa

Ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh menggelar aksi dan menyampaikan petisi dukungan kepada pemerintahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar di kantor Gubernur di Banda Aceh, Senin.

Petisi tersebut berisi dukungan untuk terus melanjutkan pemerintahan dan menjaga perdamaian Aceh. Selain itu juga agar pemerintah segera menyelesaikan apa yang belum sesuai dengan amanat Undang-undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Massa yang didominasi kaum perempuan itu juga meminta agar tahanan politik (tapol) dan narapidana politik (napol) yang masih ditahan agar segera dibebaskan.

Di Kantor Gubernur, massa ditemui oleh Sekda Provinsi Aceh Husni Bahri TOB yang menerima setangkai bunga dari perwakilan perempuan itu sebagai bentuk kecintaan mereka kepada Gubernur.

Usai menggelar aksi damai di kantor Gubernur, mereka menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan berjalan kaki sehingga memacetkan ruas jalan T Nyak Arief.

Di gedung dewan, massa kembali berorasi memberikan dukungan kepada pemerintahan Irwandi-Nazar yang sudah berjalan selama tiga tahun sejak dilantik pada 8 Februari 2007.

Koordinator aksi, Nurmasyitah Ali dalam orasinya mengatakan pemerintahan Irwandi-Nazar sudah melakukan banyak hal untuk Aceh yang tidak pernah dilakukan oleh gubernur terdahulu seperti memberikan beasiswa untuk anak yatim, membangun rumah dhuafa dan memberikan dana untuk desa.

Dia juga mengklaim, sekitar 29.000 massa dari berbagai daerah di Aceh ikut dalam aksi dukungan tersebut, melebihi perkiraan semula yang diperkirakan sebanyak 20.000 orang.

Di gedung DPRA mereka bertemu beberapa anggota dewan dari Partai Aceh di antaranya Adnan Beuransyah, Ridwan Abubakar dan Adli Tjalok.

Para anggota dewan itu juga menyatakan akan mendukung pemerintahan Irwandi-Nazar untuk membangun Aceh lebih baik.

Usai berorasi, aksi dukungan itu ditutup dengan doa yang dipimpin Ridwan Abubakar dan massa langsung membubarkan diri. Dilaporkan ribuan warga pro pemerintahan Irwandi-Nazar itu akan segera kembali ke daerah masing-masing usai aksi.

Macetkan Banda Aceh

Massa pendukung Pemerintahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar yang terkonsentrasi di Asrama Haji Banda Aceh dan sekitarnya, memacetkan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pantauan wartawan ANTARA dari Banda Aceh, Senin, ratusan kendaraan roda empat terlihat parkir di sepanjang Jl T Nyak Arief dari depan kantor Gubernur Aceh hingga mencapai markas Polda Aceh yang berjarak sekitar satu kilometer.

Tempat parkir kendaraan tersebut memacetkan arus lalu lintas sehingga petugas kepolisian terpaksa menutup beberapa simpang jalan untuk melancarkan arus kendaraan.

Sementara itu, ribuan warga dari berbagai kabupaten/kota di Aceh memadati asrama haji dan beberapa gedung pemerintahan di sekitar kawasan tersebut.

Ribuan warga dari seluruh Aceh tersebut tiba di Kota Banda Aceh sejak Minggu (7/2) malam dan aliran massa terus berdatangan ke ibukota Provinsi Aceh itu dengan menyewa bus, mobil pickup dan truk.

Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada pemerintahan Irwandi-Nazar untuk terus melanjutkan kepemimpinan mereka hingga masa jabatannya berakhir pada 2012.

Aksi dukungan tersebut akan digelar di Kantor Gubernur Aceh bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan Irwandi-Nazar yang dilantik pada 8 Februari 2007.

Berdasarkan laporan kepada aparat keamanan di Kota Banda Aceh, sebanyak 13.000 pendukung Irwandi-Nazar ikut dalam aksi dukungan tersebut.

Sebelumnya dilaporkan terjadi kemacetan di kawasan Sare Kabupaten Aceh Besar karena padatnya arus kendaraan dari kawasan pantai timur dan utara Aceh menuju Banda Aceh begitu juga di kawasan pesisir barat Aceh.

Ratusan mobil jenis L300 terpaksa antre di rakit penyeberangan di Keude Unga Kabupaten Aceh Jaya untuk menyeberang ke Banda Aceh.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa di bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh, untuk mengkritisi tiga tahun pemerintahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK) itu digelar karena sebagai ungkapan keprihatinan terhadap kinerja Pemerintahan Irwandi-Nazar yang dinilai belum membawa kemajuan bagi provinsi paling barat Indonesia itu. ( ant )

Comments are closed.