17.231 Orang Beli Sukuk Ritel SR-002
Jakarta ( Berita ) : Sebanyak 17.231 orang investor membeli sukuk ritel SR-002 senilai Rp8,03 triliun yang ditawarkan pemerintah sejak 25 Januari hingga 5 Februari 2010.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin [08/02], menyebutkan, jumlah 17.231 investor itu terdiri dari warga DKI Jakarta sebanyak 7.166 orang (41,59 persen) dengan nilai Rp4,20 triliun (52,32 persen).
Pembeli dari wilayah Indonesia bagian barat (kecuali DKI Jakarta) mencapai 9.030 orang (52,41 persen) dengan nilai Rp3,55 triliun (44,19 persen). Pembeli dari Indonesia bagian tengah sebanyak 758 orang (4,40 persen) dengan nilai Rp195,33 miliar (2,43 persen). Sementara pembeli dari Indonesia bagian timur sebanyal 277 orang (1,61 persen) dengan nilai Rp84,85 miliar (1,06 persen).
Jika dirinci berdasar kelompok profesi maka pembeli dari kalangan pegawai swasta mencapai 4.099 orang (23,79 persen) dengan nilai Rp2,74 triliun (34,07 persen). Kalangan PNS sebanyak 3.802 orang dengan nilai Rp948,45 miliar. Kalangan ibu rumah tangga sebanyak 3.427 orang dengan nilai Rp1,24 triliun, kalangan wiraswasta sebanyak 3.274 orang senilai Rp1,90 triliun, lain-lain sebanyak 2.550 orang senilai Rp1,19 truliun, dan dari kalangan TNI/Polri sebanyak 79 orang senilai Rp17,92 miliar.
Berdasar jumlah pemesanan, pemesanan hingga Rp100 juta mencapai 9.055 orang (52,55 persen), lebih dari Rp100 juta hingga Rp500 juta mencapai 5.739 orang (33,31 persen), di atas Rp500 juta hingga Rp2 miliar mencapai 1.693 orang (9,83 persen), di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar 522 orang (3,03 persen), dan di atas Rp5 miliar 222 orang (1,29 persen.
“Setelmen sukuk ritel SR-002 akan dilaksanakan pada 10 Februari 2010 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2010,” kata Rahmat.
Kementerian Keuangan juga melakukan evaluasi terhadap kinerja agen penjual Sukuk Ritel SR-002. Pemerintah menetapkan 3 agen penjual sukuk ritel SR-002 terbaik yaitu untuk bank adalah Bank Mandiri dan Bank BNI, sementara untuk perusahaan efek adalah Bahana Securities. ( ant )