Bangsa Indonesia Peduli Lingkungan Hidup
Yogyakarta ( Berita ) : Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan, bangsa Indonesia peduli dan tidak mungkin menutup mata dari persoalan global di bidang lingkungan hidup.
“Indonesia dikenal sebagai negara agraris, memiliki keanekaragaman hayati, kondisi geografis yang mempunyai lautan luas, dan berada di garis khatuliswa, sehingga tidak mungkin menutup mata dari persoalan global di bidang lingkungan hidup,” katanya di auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Sabtu [06/02].
Menurut dia dalam sambutan yang dibacakan Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani pada Lustrum VIII LPP, ilmu pengetahuan yang terus berkembang dengan dinamis dan pengalaman panjang yang terjadi telah mengajarkan bangsa inibahwa alam raya dan alam sekitar memiliki ekosistem satu sama lain saling tergantung.
“Kerusakan di satu bidang menimbulkan dampak kerusakan pula pada bidang laing, kemusnahan satu spesies menyebabkan perubahan dalam pola kehidupan yang semula bergantung pada ekosistem spesies tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini permasalahan lingkungan hidup bukan lagi menjadi persoalan individu atau satu dua negara saja, tetapi telah menjadi tanggung jawab seluruh umat manusia di dunia. Berkaitan dengan hal itu, penting adanya kesadaran semua pejabat, korporasi, dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Oleh karena itu, pemikiran untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan bukan lagi merupakan wacana, tetapi harus menjadi tuntutan kebutuhan. Dalam konteks itu perlu segera diupayakan untuk memiliki prinsip dan kriteria pembangunan perkebunan kelapa sawit Indonesia,” katanya.
Sementara itu, tenaga profesional LPP Setiadi Soetedjo dalam pidatonya mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan produk samping sawit sebagai sumber energi terbarukan.
Menurut dia, pengembangan produk samping sawit sebagai sumber energi alternatif memiliki beberapa kelebihan, di antaranya sumber energi tersebut bersifat “renewable” sehingga bisa menjamin kesinambungan produksi, Indonesia merupakan produsen utama minyak sawit sehingga ketersediaan bahan baku akan terjamin.
“Selain itu, pengembangan alternatif tersebut juga merupakan proses produksi yang ramah lingkungan dan berbasis produksi dalam negeri, dan salah satu bentuk optimasi pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan nilai tambah,” katanya. ( ant )