PBB Harapkan Penyelidikan Kejahatan Perang Di Gaza Independen
PBB ( Berita ) : Sekjen PBB Ban Ki-moon , Kamis mengatakan ia tidak dapat memastikan apakah Israel dan Palestina telah memenuhi tuntutan-tuntutan PBB untuk melakukan penyelidikan yang dapat dipercaya dan independen terhadap tuduhan kejahatan perang di Jalur Gaza.
Ia membuat penilaian itu dalam sebuah laporan ke Majelis Umum PBB yang memberikan kedua pihak waktu sampai Jumat untuk melakukan penyelidikan yang independen setelah satu tim PBB menuduh Israel dan Palestina melakukan kejahatan perang dalam konflik 22 hari di Jalur Gaza lebih setahun lalu.
“Tidak ada kepastian mengenai pelaksanaan resolusi PBB oleh kedua pihak terkait,” kata pemimpin PBB itu dalam laporannya ke Majelis Umum yang beranggotakan 192 negara itu. Laporan itu berisikan tanggapan yang diberikan Israel dan Palestina.
Jumat lalu, Ban menerima sebuah laporan setebal 46 halaman dari Israel yang membantah melakukan pelanggaran hukum internasional, tetapi mengakui “hasil-hasil tragis” karena “ruwetnya dan skala” dalam melaksanakan satu operasi militer di satu daerah yang banyak penduduknya. Pada hari yang sama, Sekjen PBB juga menyerahkan sebuah laporan dari pihak Palestina yang mengatakan satu komisi lima hakim terkenal dan para pakar hukum dibentuk untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan kejahatan perang dalam perang Gaza.
Ban, Kamis menegaskan ia dalam beberapa kesempatan mendesak semua pihak “melaksanakan penyelidikan domestik yang dapat dipercaya sehubungan dengan konflik Gaza” itu. “Saya mengharapkan langkah-langkah seperti itu dilakukan menyangkut tuduhan terhadap pelanggaran hak asasi manusia itu,” katanya.
Satu laporan PBB yang disusun hakim Afrika Selatan dan mantan jaksa kejahatan perang internasional Richard Goldstone September lalu menuduh Israel dan para pejuang Palestina terlibat kejahatah perang dalam perang Gaza.
Laporan itu merekomendasikan bahwa hasil penemuannya akan disampaikan kepada jaksa di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag jika Israel dan para penguasa Hamas di Gaza gagal melakukan penyelidikan yang independen dan dapat dipercaya menyangkut tuduhan-tuduhan itu. Negara Yahudi itu melancarkan serangan selama 22 hari di Jalur Gaza pada 27 Desember 2008 dengan tujuan untuk menghentikan penembakan roket dari wilayah Gaza yang dikuasai Hamas ke Israel utara.
Perang itu menewaskan 1.400 warga Palestina dan 13 warga Israel, dan memicu kecaman luas internasional terhadap negara Yahudi itukarena menggunakan kekuatan militer yang tidak layak. ( ant )