A A
RSS
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Rumah Korban Tsunami Harus Dituntaskan

Kam, Feb 4, 2010

Aceh

Banda Aceh ( Berita ) :  Ratusan kepala keluarga (KK) korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan harus segera mendapatkannya, sehingga mereka tidak terlalu lama menderita karena belum memiliki tempat tinggal permanen.

“Kami prihatin melihat kondisi korban tsunami yang hingga kini belum memiliki rumah bantuan, dan mereka adalah masyarakat yang tidak berdaya secara ekonomi,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sulaiman Abda di Banda Aceh, Rabu [03/02].

Hal itu disampaikan usai bertemu langsung dengan perwakilan korban tsunami di Kabupaten Aceh Barat yang hingga kini belum memiliki rumah bantuan.

“Kami menilai mereka itu benar-benar warga korban tsunami dan menjadi kewajiban pemerintah untuk membantu dan melindunginya,” katanya menambahkan.

Di Aceh Barat, ia menjelaskan ada sekitar 400 KK yang dilaporkan belum memiliki rumah bantuan pascatsunami yang mengakibatkan mereka kehilangan tempat tinggal, harta dan sanak saudaranya.

Bencana tsunami menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir pantai Provinsi Aceh, dan mengakibatkan tidak kurang dari 250 ribu penduduk meninggal dunia dan hilang pada 26 Desember 2004.

Pascatsunami, Pemerintah membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, lembaga yang bertanggungjawab untuk membangun kembali wilayah yang terkena bencana alam tersebut.

Sementara itu, BRR menyebutkan rumah korban tsunami yang telah terbangun tercatat sekitar 130 ribu unit dari kebutuhan sebelumnya mencapai 110 ribu unit di Aceh dan Nias (Sumut).

Sulaiman Abda yang juga politisi Partai Golkar Aceh itu menyebutkan korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan itu diperkirakan masih ada di wilayah lain, selain di Aceh Barat. “Kami mendapat laporan masih ada korban tsunami di daerah lain yang belum memperoleh rumah bantuan,” ujarnya.

Untuk itu, ia menjelaskan pihaknya telah membicarakan dengan Pemerintah Aceh terkait masalah korban tsunami yang belum memperoleh rumah bantuan.

“Kami telah melakukan pembicaraan untuk mengatasi korban tsunami yang belum ada rumah. Salah satu solusinya adalah memasukkan korban tsunami sebagai penerima bantuan rumah dalam program pengadaan rumah untuk kaum dhuafa di Aceh,” kata dia.

Pengadaan rumah bantuan untuk kaum dhuafa akan dimulai pada tahun anggaran 2010. “Kami berharap masalah korban tsunami bisa tertanggani dengan program pengadaan rumah kaum dhuafa,” katanya. ( ant )

Comments are closed.