Bulog Divre III Kisaran Tunda Distribusi Raskin
*Ribuan Warga Miskin Terancam Kelaparan
KISARAN (Berita): Kantor Bulog Sub Divisi Regional III Kisaran menunda pendistribusian raskin karena 28 desa di Kabupaten Asahan dan Batubara belum melunasi pembayaran akhir untuk bulan Desember 2009.
“Batubara memiliki tunggakan raskin sebesar Rp 175.905.000 pada 23 desa di tujuh kecamatan, sedangkan tunggakan raskin Asahan mencapai Rp 26.181.000 pada 5 desa di 4 Kecamatan,” terang Kepala Kantor Bulog Sub Divre III Kisaran, Muhammad Zaim Madjid, Rabu [03/02]
Menurutnya, Bulog terpaksa menunda pendistribusian raskin karena sejumlah desa di kedua daerah itu belum melunasi tunggakan. Akibatnya, ribuan warga miskin terancam kelaparan. Sedangkan desa-desa yang telah melunasi tunggakan tetap disalurkan.
“Kebijakan ini diambil berdasarkan Panduam Umum Bulog agar aparatur pemerintah setempat secepatnya berpartisipasi melunasi hutang tersebut sehingga warga miskin segera terbantu,” kata Majid.
Tahap awal pendistribusian raskin, lanjut Majid, diawali di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara berkisar 56 ton. Tapi karena di kecamatan itu ada desa yang belum melunasi, maka yang disalurkan hanya berkisar 55,980 ton.
“Pendistribusian raskin ini akan terus berlanjut ke seluruh wilayah Batubara yang melunasi hutangnya, sedangkan desa yang masih berutang, tetap kami tunda,” ujar Majid.
Dikatakan, pendistribusian raskin untuk Batubara tahun 2010 akan disalurkan sebanyak 3.771,144 ton untuk tujuh kecamatan dengan jumlah keluarga miskin 24.174 KK dan Tanjungbalai sebanyak 1.582,620 ton dengan jumlah total penerima raskin sekitar 10.145 KK. Dan setiap keluarga miskin mendapatkan 15 kg perbulan.
Berbeda dengan Asahan, kata Majid, pendistribusian raskin tahap awal belum ditentukan karena Asahan belum memberikan data desa yang akan disalurkan. Sebab, wilayah Asahan masih melakukan pemekaran desa. “Kami masih menunggu data dari pemkab Asahan,” ujarnya.
Majid juga menjelaskan, beras rakin yang disalurkan bulog seharga Rp 1.600 per kg atau setara dengan beras IR seharga Rp 6.000 per kg yang beredar di pasaran. “Harga itu kan tetap bertahan karena beberapa desa di Asahan dan Batubara saat ini sedang panen kecil,” jelasnya.
Jadi, untuk desa-desa yang masih meiliki tunggakan diharapakan secepatnya untuk melunasi agar warga miskin secepatnya mendapat bantuan raskin kembali,” imbau Majid. (rud)