Kemungkinan Nasional Demokrat Jadi Parpol

Banda Aceh ( Berita ) :  Pengamat politik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Saifuddin Bantasyam berpendapat, ada kemungkinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nasional Demokrat menjadi partai politik (parpol) untuk mengikuti Pemilu 2014.

“Saya melihat ada kemungkinan bahwa Ormas Nasional Demokrat yang dideklarasikan di Jakarta, 1 Februari 2010 itu menjadi parpol untuk persiapan Pemilu 2014,” katanya di Banda Aceh, Selasa [02/02].

Hal itu disampaikan dosen Fakultas Hukum Unsyiah Banda Aceh menyikapi munculnya Ormas Nasional Demokrat yang dideklarasikan oleh 45 tokoh nasional.

Perkiraan bisa menjadi parpol itu, menurut Saifuddin, karena didalamnya sebagian besar adalah politisi. Misalnya Surya Paloh dan sederatan nama-nama lain yang cukup terkenal di pentas politik Tanah Air.

“Latar belakang dari tokoh yang hadir membuat keyakinan saya bahwa kemungkinan bisa menjadi salah satu parpol dan dipersiapkan sebagai peserta Pemilu 2014, dengan dukungan perwakilan lintas agama dan daerah di dalamnya,” katanya.

Saifuddin juga menilai, hal yang menarik jika Ormas Nasional Demokrat tersebut menjadi parpol adalah kehadiran sejumlah tokoh pemuda di dalamnya, seperti Anies Baswedan.

“Sisi menarik kehadiran tokoh muda itu bisa menjadi alternatif untuk memimpin bangsa ini di masa mendatang. Tokoh muda tentunya menyadari bahwa di era  reformasi saat ini mungkin masih banyak masalah-masalah bangsa yang harus diselesaikan,” kata dia. Di pihak lain, Saifuddin berharap kehadiran Ormas Nasional Demokrat secara jujur bisa mendorong untuk perbaikan nasib bangsa.

“Jangan sampai ada semboyan ‘kalau bukan aku yang lain bukan’ yang melatarbelakangi deklarasi Ormas Nasional Demokrat. Artinya, kehadiran ormas tersebut dapat menambah masalah bukan menyelesaikan masalah bangsa. Rakyat saat ini menunggu jika kehadiran mereka secara jujur ingin memperbaiki nasib bangsa,” kata dia.

Apalagi, jika kehadiran ormas tersebut hanya untuk “menohok” kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Suka atau tidak suka, kita harus tahu bahwa sekitar 60 persen rakyat Indonesia telah memilih SBY menjadi presiden,” katanya.

Sebanyak 45 tokoh yang ikut mendeklarasikan berdirinya Nasional Demokrat, antara lain, Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X,  Khofifah Indar Parawansa, Siswono Yudhohusodo, Syamsul Muarif, Soleh Solahuddin, Syafii Maarif, Thomas Suyatno dan Bachtiar Aly.

Selain itu, Didik J Rachbini, Bahri Anwar, Tarnamas Sinambela, Anies Baswedan, Rizal Sukma, Said Fuad Zakaria, Jeffrey Geofani, Basuki Tjahaya, Ade Supriatna, Erik Satria Wardana, Enggartyasto Lukita, Budiman Sujatmoko, Budi Suprianto, Malik Haramayn, Zulfadli, Edison Betaubun, Akbar Faisalss serta Edwin Kawilarang.

Selanjutnya, Paskalis Kasay, Ali Umri, Ilham Arif Siradjudin, Franky Sahilatua, Djafar Assegaf, Ferry Mursyidan Baldan, Zulfan Lindan, Poempina Hidayatullah, Meutya Hafidz, Martin Manurung, Eep Saifulloh, Rommy Soekarno dan Ahmad Rofiq.  ( ant )

Comments are closed.