Kecelakaan Kerja Di Indonesia Masih Tinggi

MEDAN (Berita): Saat ini, kasus kecelakaan kerja di Indonesia masih relatif tinggi bila dibanding dengan negara lain.  ”Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota melakukan upaya-upaya konkrit pelaksanaan K3 dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja,” ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Drs H.A. Muhaimin Iskandar, MSi dalam dalam sambutan tertulis dibacakan Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MSi saat memimpin upacara bendera Peringatan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesejahteraa Kerja)tahun 2010 di halaman PT Industri Karet Deli Jalan KL Yos Sudarso Medan dihadiri buruh, karyawan, siswa, perawat dan dari organisasi peruburuhan, Kamis [21/01].

Mengingat tahun 2010 ini genap seratus tahun ditetapkannya peraturan Keselamatan Kerja, maka momentum ini diharapkan  menjadi kebangkitan kedua bangsa Indonesia untuk melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsekuen berdasarkan Undang Undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Didampingi Muspida Medan, Wakil Ketua DPRD Medan Sabar Samsurya Sitepu, anggota DPRD Medan Ainal Mardiah, Khairul Salim dan Rikson Simanjuntak,  Pimpinan SKPD Kota Medan, Camat,Lurah, Kepala Lingkungan se-Kecamatan Medan Deli, Pimpinan  Perusahaan PT Industri Karet Deli dan karyawan 50 perusahaan di Medan, Pj Walikota ketika membacakan pidato tertulis Menteri mengungkapkan, penyelenggaraan bulan K3 Nasional tahun 2010 hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif dan menggalang partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat secara efektif membudayakan K3 baik di lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan tempat kerja.

“Dengan demikian, kita telah menanamkan investasi nilai-nilai yang sangat berharga bagi kesejahteraan masyarakat saat ini dan yang akan dating,” ujarnya.

Menakertrans mengatakan, peringatan hari K-3 pada 12 Januari 2010 merupakan momentum yang harus diambil oleh bangsa Indonesia untuk berjuang berperan-aktif dan bekerja lebih keras serta cerdas karena bertepatan dengan 100 tahun diterapkannya K3 secara legal formal dalam dunia usaha dan bertepatan pula dengan diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) 1 Januari 2010.

“Kita ketahui bersama, dalam perdagangan bebas, baik ekspor, impor barang maupun jasa yang semula dibebani dengan biaya-biaya tambahan yaitu berbagai macam pajak, ataupun pungutan lainnya, kini dihilangkan,” ujarnya.

Namun di lain pihak, lanjutnya, negara-negara pengipor menetapkan persyaratan baru yaitu penerapan Sistem Managemen Mutu melalui ISO 9001 series, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 series, OHSAS 18001, dan system Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

“Indonesia telah memberlakukan ketentuan tentang penerapan SMK3 sejak 1996 melelui Peraturan Menteri Nomor Per.05/Men/1996, selanjutnya diperkuat dengan Undang Undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” ujarnya. (irh)