Presiden SBY : Gus Dur Bapak Pluralisme Indonesia

PEMAKAMAN GUS DUR : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di pemakaman keluarga Bani Hasyim di areal komplek Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12). Presiden menjadi inspektur upacara pemakaman mantan presiden RI ke -4 tersebut. ( FOTO ANTARA/Arief Priyono/NZ/09. )

Jombang ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan almarhum KH Abdurrahman Wahid adalah tokoh nasional yang sejak awal mengedepankan pluralisme dan kemajemukan di Indonesia sehingga patut disebut sebagai Bapak Pluralisme Indonesia.

PEMAKAMAN GUS DUR. Jenazah mantan presiden Abdurrahman Wahid [Gus Dur] tiba di pemakaman keluarga Bani Hasyim di areal komplek Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (30/12). Pemakaman Gus Dur dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ( FOTO ANTARA/Arief Priyono/nz/09.)

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan usai pemakaman mantan Presiden RI ke-4 itu di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis [31/12] siang.

JENAZAH TIBA. Ribuan pelayat dari berbagai daerah memadati halaman Masjid Ulil Albab Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12), saat jenazah mantan Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid tiba untuk disalatkan. ( FOTO ANTARA/Syaiful Arif/nz/09)

“Sebagai pejuang reformasi almarhum selalu ingat akan gagasan universal bahwa kita menghargai kemajemukan melalui ucapan, sikap dan perbuatan. Gus Dur menyadarkan sekaligus melembagakan penghormatan kita pada kemajemukan ide dan identitas, kemajemukan pada kepercayaan agama, etnik dan kedaerahan. Beliau adalah bapak multikulturalisme dan plurasme di Indonesia,” kata Presiden.

Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan sejarah Indonesia mencatat, Gus Dur adalah tokoh yang memiliki jasa besar terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia dalam segi keagamaan, demokrasi dan anti diskriminasi.

“Pada 1998, beliau bersama pemimpin dan ulama NU mendirikan PKB, sebuah partai yang hingga hari ini memperjuangkan kemajuan bangsa atas dasar Islam dan kebangsaan. Beliau juga pemikir Islam yang sangat dihormati di Indonesia dan dunia. Beliau juga dikenal tokoh yang berpengaruh di kalangan Nahdiyin dan kalangan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat menjabat sebagai presiden, Gus Dur menetapkan kebijakan yang mengurangi diskiminasi dan menegaskan bahwa negara memuliakan kemajemukan. Jasa beliau terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa yang berlandaskan demokrasi sungguh sangat berarti pada negara Indonesia.

Meski demikian, kata Presiden, sebagai manusia biasa dan juga pemimpin, tentu pernah diliputi kesalahan dan kekurangan. Untuk itu, Kepala Negara meminta semua pihak dengan hati yang besar dan jernih untuk menghargai jasa-jasa Gus Dur.

“Dengan jujur dan hati yang bersih, kita akui begitu banyak jasa diberikan tapi kita sadari sebagai manusia biasa dan pemimpin tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan, untuk itu mari kita sebagai bangsa yang berjiwa besar ucapkan terima kasih dan penghargaan atas darma bakti pada bangsa dan negara,” kata Presiden.

Upacara pemakaman mantan Presiden Abdurrahman Wahid berlangsung mulai pukul 13:10 WIB hingga pukul 14:10 WIB dipimpin langsung oleh Presiden Yudhoyono. Ikut hadir Ibu Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Ibu Herawati, mantan Wapres Try Sutrisno beserta ibu Try Sutrisno serta sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu dan para tokoh nasional lainnya.

Ribuan orang memadati areal pesantren itu dan berebut untuk mendekat dan melihat langsung prosesi pemakaman yang berlangsung dalam Upacara Kenegaraan. Suara tahlil dan isak tangis mewarnai proses pemakaman itu. ( ant )

Comments are closed.