Payung Seratus Senyum Digelar Anak Aceh Untuk Dunia
Banda Aceh ( Berita ) : Seratusan pelajar di Aceh mengembangkan payung berlukis wajah yang tersenyum sebagai tanda kebangkitan kembali anak-anak Aceh setelah lima tahun tsunami 2004.
“Wajah anak-anak Aceh yang penuh dengan senyum yang tercetak di payung ini merupakan simbol telah pulihnya Aceh khususnya anak-anak Aceh lima tahun pascatsunami,” kata Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqny di Banda Aceh, Minggu [08/11].
Kegiatan tersebut dilakukan di Taman Edukasi Tsunami dekat PLTD Apung, yang merupakan bukti kedahsyatan tsunami Desember 2004, di Punge Blang Cut, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
Kegiatan itu merupakan penyampaian rasa terima kasih kepada dunia melalui penyerahan payung yang berhiaskan wajah penuh senyum anak-anak Aceh secara simbolis dari Merry Project.
Merry Project adalah sebuah kelompok seni komunikasi di Jepang yang menyebarkan Merry (kegembiraan) ke seluruh dunia di bawah tema “senyum adalah bahasa universal”, payung tersebut diserahkan kepada PMI Aceh yang selanjutnya menyerahkannya kepada PMI Banda Aceh.
Sebanyak seratus payung diserahkan dan secara simbolis diserahkan oleh Pimpinan Merry Project, Koji Mizutani, kepada Ketua PMI Aceh yang diwakili oleh Bendahara PMI Aceh, Idrus Hayat.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa lima tahun pascatsunami masyarakat Aceh, khususnya anak-anak Aceh, telah bangkit kembali dan tersenyum secerah sinar mentari yang tercermin dari wajah yang terlihat di setiap payung, serta bermaksud mengucapkan terima kasih kepada dunia atas bantuan yang diberikan kepada Aceh.
Payung yang berhiaskan wajah anak-anak Aceh itu dibuat oleh Merry Project, yang mengambil gambar anak-anak Aceh dibantu relawan PMI di beberapa tempat di Banda Aceh dan Aceh Besar pada akhir Juni 2009. Payung-payung ini akan digunakan untuk pameran dalam rangka peringatan lima tahun tsunami.
“Melalui senyum anak-anak Aceh yang kami tampilkan di payung-payung tersebut kami harapkan dapat menyebarkan senyum keseluruh dunia,” kata Pimpinan Merry Project, Koji Mizutani. ( ant )