Gema Saba Kutuk Kebiadaban Israel

Jakarta (Berita) : Ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba), Jumat [30/10],  menggelar aksi mengutuk tindakan Israel yang menyerang kawasan Masjid Al-Aqsha, Ahad (25/10) lalu, yang mencederai puluhan warga Palestina.

Tindakan Israel menyerang Masjid Al-Aqsha dianggap tidak berperikemanusiaan. Sebab, Masjid Al-Aqsa adalah masjid bersejarah bagi Umat Islam karena pernah menjadi kiblat pertama umat Islam dan menjadi tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W.

”Israel telah menghina umat Islam di seluruh dunia dengan penyerangan ke Masjid Al-Aqsha tersebut. Tindakan Israel itu sudah melukai perasaan umat muslim dan secara sengaja telah memancing reaksi umat muslim. Ini sebuah pelanggaran berbahaya terhadap kehormatan agama Islam,” tegas M. Ali Romdhoni, Ketua Umum Depan Pengurus Nasion (DPN) Gema Saba.

Menurut dia, penyerangan tersebut menunjukkan  sesungguhnya Zionisme Israel telah membuka kedok aibnya sendiri. Zionisme berambisi untuk membuat Negara sendiri, dan menguasai Masjid Al-Aqsha. Apalagi Dewan Arkeologi Israel saat ini tengah melakukan penggalian di sekitar Masjid Al-Aqsa untuk menemukan apa yang mereka sebut sebagai KUIL SULAIMAN.  “Jadi, aksi Zionis tersebut secara politis bertujuan sejatinya adalah ingin menutup Masjid Al-Aqsha dan kemudian merusak tempat suci itu,” tukas Ali.

Sejarah mencatat, Yerusalem Timur dikuasai Israel tahun 1967 dari Yordania dan dijadikan sebagai ibukota di luar Tel Aviv. Padahal Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Yerusalem sebagai kota internasional, karena sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berkali-kali menegaskan tak akan berbagi kota Yerusalem dengan Palestina. Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang mestinya jadi penengah, juga pernah menegaskan hal yang sama: Yerusalem tetap milik Israel.

Ali juga mengajak umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia untuk bersama-sama membaca Qunut Nazilah di setiap shalat wajib sebagai bentuk perlawanan umat Islam terhadap kebiadaban Israel. Seperti diketahui, qunut nazilah adalah suatu hal yang disyariatkan dan amat disunnahkan ketika terjadi musibah dan kezaliman.

Oleh Gema Saba menuntut Pemerintah Indonesia segera ikut ambil bagian dalam mengajak Negara-negara Islam dan Negara-negara Arab mencari solusi dari persoalan sengketa perdamaian di Palestina. “Kita minta Barack Obama untuk bisa menjadi penengah, bukan malah memperuncing persoalan dengan membuat statement-statement yang memihak,” tegas Ali.

Selain itu, kata dia, Gema Saba mendesak PBB untuk segera menurunkan pasukan perdamaian guna memberikan rasa aman terhadap umat Islam Palestina dari agresi biadab tentara Israel. (iws)