Pemprov Sumut Gagal Bangkitkan Kepedulian Masyarakat

Medan ( Berita ) :  Pemprov Sumut dinilai gagal dan kurang peduli dalam membangkitkan semangat kepedulian dan rasa simpati di kalangan masyarakat terhadap warga yang mengalami musibah di daerah itu.

Indikasi itu dapat dilihat dari kurangnya kebijakan Pemprov Sumut terhadap musibah banjir di Mandailing Natal (Madina), kata pengamat dan pemerhati masalah sosial politik, Drs. Irfan Simatupang, MSi kepada ANTARA di Medan, Minggu [27/09].

Menurut Irfan, Pemprov Sumut terkesan “adem-adem” saja dalam menyikapi terjadinya musibah banjir bandang yang menggenangi dan menghanyutkan rumah di enam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina tersebut.

Padahal, kata dia, musibah banjir yang terjadi di Madina itu bukan tergolong bencana biasa karena menimpa ribuan kepala keluarga sehingga bukan sekadar musibah lokal.

Jika dikalkulasikan secara meteri, banjir tersebut diperkirakan telah menimbulkan kerugian puluhan miliar rupiah karena banyaknya rumah yang rusak.

Jumlah kerugian itu belum dihitung dari kondisi psikologis warga dan korban jiwa yang muncul. “Karena itu, musibah di Madina wajar dikategorikan musibah nasional,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) USU tersebut.

Namun upaya untuk mengumpulkan bantuan yang dilakukan Pemprov Sumut sangat kurang maksimal sehingga musibah banjir Madina itu dianggap biasa-biasa saja. Kurangnya ekspos dan kebijakan untuk membantu itu menyebabkan masyarakat, khususnya warga Kota Medan kurang merasa prihatin dan berempati terhadap musibah banjir di Madina tersebut.

“Orang Medan seperti menonton bencana di Afrika saja (melihat musibah banjir di Madina). Rasa tergugahnya gak ada sama sekali,” katanya.

Kurangnya kepedulian Pemprov Sumut itu menyebabkan bantuan untuk korban banjir di Madina kurang banyak. “Paling-paling dari pemkab Madina atau Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) saja,” katanya.

Mungkin, kata Irfan, Pemprov Sumut perlu “belajar” dari Pemprov Jawa Barat (Jabar) yang mampu membangkitkan kepedulian masyarakat, termasuk dari daerah lain untuk membantu musibah gempa yang terjadi di Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

Pemprov Jabar berhasil membangkitkan rasa kepedulian itu dengan memanfaatkan bantuan media massa, termasuk televisi untuk menunjukkan kerusakan akibat gempa tersebut.

Hasilnya, pengusaha seperti DL. Sitorus yang berasal dari Sumut pun ikut menyumbangkan dana miliaran rupiah untuk warga korban gempa berkekuatan 7,3 skla richter itu.

Untuk selanjutnya, sebagai pihak yang berwenang dalam mengumpulkan dan menyalurkan bantuan, Pemprov Sumut diharapkan lebih dapat memaksimalkan fungsinya membangkitkan kepedulian masyarakat.

“(Menggugah kepedulian warga) itu menjadi tugas pemerintah, bukan kerjaan LSM atau parpol.”

Sebelumnya, Sungai Batang Gadis meluap pada Senin (14/9) malam dan menggenangi ratusan rumah di enam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina, Sumut, yakni Desa Lubuk Kapundung I, Desa Lubuk Kapundung II, Hutaimbaru, Desa Rantau Panjang, Desa Saleh Baru dan Desa Tagilang Julu.

Akibat banjir tersebut, 10 warga hanyut terbawa air yang sembilan diantaranya ditemukan tewas dan satu orang lagi yang masih bayi masih belum ditemukan. ( ant )

Comments are closed.