Pembentukan Kepengurusan Fraksi DPRD Sumut Belum Formal
Medan ( Berita ) : Pembentukan kepengurusan fraksi-fraksi di DPRD Sumatera Utara dinilai belum formal karena fraksi-fraksi yang ada belum mengumumkan susunan kepengurusan masing-masing.
“Belum formal, karena pimpinan sementara tidak meminta masing-masing fraksi mengumumkan susunan kepengurusannya,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Budiman P Nadapdap di Medan, Sabtu [26/09].
Ia menjelaskan, pada rapat pembahasan pembentukan fraksi-fraksi yang berlangsung Jumat (25/9) dan dipimpin pimpinan sementara DPRD Sumut, Palar Nainggolan, fraksi-fraksi baru sebatas mengusulkan nama-nama, belum berupa keputusan.
Ia memberi contoh usulan susunan kepengurusan Fraksi PPRN yang ternyata dalam dua versi berbeda, masing-masing ditetapkan melalui SK DPP PPRN dan yang lainnya ditetapkan dengan SK DPD PPRN Sumut.”Persoalan akan muncul nanti pada rapat paripurna pembentukan dan penetapan kepengurusan fraksi yang dijadwalkan berlangsung Senin (28/9) depan. Jangan sampai nanti muncul persoalan, jangan ada interupsi dari anggota dewan yang berasal dari satu fraksi,” katanya.
Menurut dia, sejauh ini baru PDI Perjuangan yang telah membentuk sekaligus menetapkan susunan kepengurusan fraksinya secara formal, sementara fraksi-fraksi lain belum melakukannya. “Harapan kita rapat paripurna nanti bisa berjalan mulus, sehingga agenda dewan selanjutnya bisa berjalan sesuai jadwal,” katanya.
10 Fraksi
Sebelumnya, Wakil Ketua Sementara DPRD Sumut, Chaidir Ritonga, menyebutkan, DPRD Sumut periode 2009-2014 bakal memiliki 10 fraksi, yakni delapan fraksi utuh dan dua fraksi gabungan yang masing-masing dipimpin PPRN dan Partai Gerindra.
Fraksi gabungan pertama terdiri atas PPRN, PPIB dan Partai Pelopor dengan nama Fraksi Pelopor Peduli Rakyat Nasional dan calon ketua fraksi Washington Pane, anggota DPRD dari PPRN daerah pemilihan (dapil) Sumut 1.
Fraksi gabungan kedua adalah Fraksi Gabungan Gerindra Bintang Reformasi yang terdiri atas Partai Gerindra, PPD, PBB dan PBR, dengan calon ketua H Yan Syahrin, anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra dapil Sumut 11.
Sedangkan satu anggota DPRD Sumut dari PKB, Pasiruddin Daulay, memutuskan tidak masuk kedua fraksi gabungan dan lebih memilih bergabung dengan Fraksi PPP.
“Jadi untuk fraksi gabungan ini sudah tidak ada masalah lagi untuk nama calon ketuanya. Yang ada hanya tinggal melengkapi beberapa masalah administrasi dan penyusunan struktur lengkap fraksi,” ujar Chaidir.
Ia juga mengakui pada rapat sehari sebelumnya tidak membacakan susunan kepengurusan fraksi. “Jika masih ada masalah cukup dibahas di internal partai saja, sehingga pada 28 September nanti sudah dapat disahkan pada rapat paripurna perdana dewan,” ujarnya.
Selain fraksi gabungan, pihaknya juga telah menerima seluruh nama-nama calon ketua fraksi dari delapan partai lain yang dapat membentuk fraksi sendiri.
Kedelapan fraksi itu masing-masing Fraksi Demokrat dengan calon ketuanya Palar Nainggolan, Fraksi Golkar yang membentuk kepemimpinan kolektif yang terdiri atas Syahrul Pasaribu, Isma Padli Pulungan, Fitriani dan Mulkan Ritonga, serta Fraksi PDI Perjuangan yang diketuai Budiman P Nadapdap, Sekretaris Analisman Zalukhu dan Bendahara Brilian Mukhtar.
Kemudian Fraksi PKS diketuai Timbas Tarigan dan Sekretaris Hidayatullah, raksi PAN diketuai Parluhutan Siregar, Fraksi PPP diketuai Fadly Nurzal, Fraksi PDS diketuai Tonies Sianturi dan Fraksi Hanura diketua Musdalifah. ( ant )