Pemerintah Diminta Selesaikan Perbatasan Di Pulau Batek

Kupang ( Berita ) :  Pemerintah pusat, provinsi dan daerah diminta segera menyelesaikan masalah perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk mengantisipasi terlepasnya Pulau Batek di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus segera mengambil langkah antisipasi untuk menghindari jatuhnya Pulau Batek ke Timor Leste,” kata Raja Amfoang, Robi Manoh di Kupang, Rabu [09/09] .

Saat ini, kata Manoh, sebanyak 41 kepala keluarga (KK) asal Distrik Oecusse Timor Leste telah membangun perumahan mereka di wilayah Indonesia, tepatnya di Desa Naktuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang sejauh 400 meter.

Bahkan, kata Manoh, Pemerintah Timor Leste juga telah membangun sebuah gedung kantor bea cukai yang melewati Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas). “Setiap hari ada warga Timor Leste yang hilir mudik di wilayah tersebut,” katanya.

Jika warga Timor Leste dibiarkan terus berada di wilayah tersebut, kata Manoh, maka Timor Leste akan mengklaim bahwa wilayah Naktuka seluas 200 hektare yang merupakan areal persawahan itu menjadi milik mereka.

“Jika ditarik lurus dengan perumahan warga yang telah dibangun di Naktuka, maka Pulau Batek akan masuk dalam wilayah Timor Leste,” katanya.

Karena itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang ini menghimbau kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk segera mengambil langkah penyelesaian batas wilayah antara Indonesia-Timor Leste, khususnya di Naktuka.

“Pemerintah harus segera menyikapi persoalan ini, karena dikhawatirkan Pulau Batek akan senasib dengan Pulau Ligitan dan Sipadan,” katanya.

Anggota Tim Penyelesaian Masalah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini, menambahkan penyerobotan lahan dan hilir-mudik warga Timor Leste juga akan menimbulkan kecemburuan sosial dari masyarakat Indonesia yang berada di perbatasan, sehingga dapat menimbulkan konflik.

“Kita hindari terjadinya konflik antara warga di daerah perbatasan tersebut,” katanya.

Saat ini, Pulau Batek telah dijaga oleh aparat TNI dari Korem 161 Wirasakti Kupang dan  telah dibangun menara berbendera Indonesia di pulau tersebut.( ant )