Jepang Sumbang Alat Praktek Keperawatan Bencana

Banda Aceh ( Berita ) :  Palang Merah Jepang menyumbangkan alat praktek keterampilan perawatan kepada empat akademi keperawatan (Akper) di Banda Aceh untuk mendukung keberhasilan Proyek Pendidikan Keperawatan Bencana.

“Bantuan alat-alat praktek keterampilan keperawatan ini untuk mendukung pendidikan keperawatan bencana yang sudah menjadi muatan lokal di empat Akper tersebut,” kata Communication Officer PMI Aceh, Ardi Sofinar di Banda Aceh, Selasa [ 01/09] .

Alat-alat praktek keterampilan keperawatan itu berupa mannequin (patung peraga), buku, minibus untuk Akper Tjoet Nja’ Dhien dan Poltekkes Depkes Aceh Jurusan Keperawatan Banda Aceh, laptop untuk Akper Abulyatama dan Akper Teungku Fakinah.

Kuliah Keperawatan Bencana diikuti sebanyak 360 mahasiswa diempat Akper tersebut dan kini mulai dikembangkan di Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Dalam perkembangan Pendidikan Keperawatan Bencana selama lebih dari tiga tahun di Aceh, lebih dari 41 pertemuan Kelompok Kerja (Working Group) telah dilakukan untuk membahas pengembangan silabus dan buku teks mata kuliah Keperawatan Bencana.

Tujuh kali lokakarya diadakan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang keperawatan bencana terutama dalam hal manajemen, keperawatan bencana dan anak-anak, manula, ibu hamil serta kesehatan jiwa, praktek triase dan pertolongan pertama.

Selain itu, sepuluh orang perwakilan empat Akper dan PMI Aceh telah mengadakan kunjungan ke Sekolah Keperawatan Internasional Palang Merah Jepang Kyushu. Hasil yang telah dicapai yaitu telah dikembangkannya silabus mata kuliah Keperawatan Bencana dan buku teks Keperawatan Bencana.

Selain itu, telah dibentuk Forum Keperawatan Bencana sebagai wadah untuk melakukan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

“Dari hasil evaluasi konsultan Proyek Pendidikan Keperawatan Bencana serta penilaian Palang Merah Jepang, dosen diempat Akper dan PSIK Unsyiah masih memerlukan pemahaman tambahan tentang keperawatan bencana,” katanya.

Mengenai peranan perawat sebagai pengajar dan koordinator bukan hanya pada saat bencana tetapi juga sesudah dan sebelum bencana dalam siklus bencana yaitu pencegahan, mitigasi, disseminator di masyarakat.

Selain mengembangkan pendidikan Keperawatan Bencana di Aceh, Palang Merah Jepang bekerjasama dengan PMI juga telah membantu pembangunan rumah korban tsunami, pustu dan polindes serta Rumah Sakit Umum Simeulue. ( ant )