Suku Simalungun Harus Mampu Bangun Sinergi Dengan Etnis Lain

Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Pj Walikota Medan saat menerima seperangkat alat adat etnis Simalungun pada acara pelantikan Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Medan yang dipimpin Drs Alexius Purba, untuk periode 2009 hingga 2014 di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Selasa malam.( Berita Sore/irma)

MEDAN ( Berita): Lebih dari 50 ribu etnis Simalungun yang ada di Kota Medan dan sekitarnya, harus mampu memperteguh jatidiri untuk bersama-sama membangun Simalungun menjadi warga negara yang punya potensi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pelestarian budaya dan adat.
Etnis Simalungun di Medan terdiri dari warga GKPS 35 ribu orang, Muslim 10 ribu orang Katolik dan lain-lain sekitar 5000 orang. Demikian disampaikan Ketua Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Medan Drs Alexius Purba usai acara pelantikan organisasi tersebut untuk periode 2009 higga 2014 di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Selasa malam.

Pada kesempatan itu,Alexius Purba memaparkan DPC PMS sebagai organisasi dan kemasyarakatan adalah untuk memperkuat pengikat silaturrahmi dari etnis Simalungun  dengan etnis lain yang merupakan prekat bangsa khususnya di ibukota provinsi Sumatera Utara.

“Kita juga harus tetap kokoh dalam fondasi Habonaron do bona sebagai nilai-nilai ahlak, falsafah, moral dan budi pekerti terhadap kearifan budaya Simalungun,” katanya.

Membangun sinergi dengan etnis lain untuk terjalinnya persatuan dan kesatuan yang sebagai bagian dari warga NKRI dapat terwujud menurut Alexius bila semua keluarga besar Simalungun mampu mewujudkanya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentu dengan melakukan pembaharuan sekaligus meningkatkan kehidupan dalam keluarga masing-masing. Sebab kalau dalam keluarga saja sudah tidak

terjalin hubunan yang baik, bagaimana orang Simalungun bisa besar.

Padahal apabila orang Simalungun semakin berkualitas dan besar maka akan dapat berperan lebih banyak di negara ini,” paparnya, Dalam hal ini PMS Kota Medan yang baru saja dilantik tersebut memaparkan sejumlah program yakni menginventarisasi warga Simalungun se Kota Medan sekitarnya, menggali budaya khas Simalungun dalam rangka menumbuhkan jatidiri Simalungun.
Kemudian mempersatukan warga se “ahap” Simalungun dari berbagai kelompok marga, asal, organsiasi dan kumpulan, menyosialisasikan tata cara adat sebagai pedoman dalam rangka kegiatan aat istiadat (baik duka maupun suka), serta merencanakan pesta Rondang Bittangs ebagai sarana membangun kreatifitas budaya khs Simalungun.

Tidak gampang mengurus adapt Pada kesempatan itu Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE yang menghadiri acara tersebut menyampaikan apreasiasinya akan kepengurusan PMS Kota Medan yang mayoritas diisi orang-orang muda. “Saya cukup memberikan apresiasi ternyata masih banyak orang-orang muda yang tertarik mengurusi lembaga adat, karena biasanya yang mengurusi ha-hal yang menyangkut adat itu selalu ‘Opung-opung’ ” kata GUbsu dalam pidatonya.

Apalagi kata Gubsu mengurus oganisasi adat tidaklah gampang, bahkan lebih sulit dari pada berkecimpung dalam organisasi partai atau pemerintahan yang memang sudah jelas UU dan AD/ARTnya. Hal itu pula yang umumnya membuat

orang-orang muda kurang tertarik mengurusi adat hingga membuat adat dan budaya negeri ini menjadi tertinggal.

“Kebetulan saya juga sebagai Ketua di Majelis Adat dan Budaya Melayu. Saya sangat memahami betapa pentingnya mempertahankan adat dan budaya. Karena akan jelas terlihat perbedaan orang yang beradat dengan orang yan tidak beradat. Dari cara berbicaranya kita juga sudah tahu,” cetus Gubsu.

Menurut Gubsu, negeri kita saat ini telah mengalami krisis adat, bahkan hal-hal yang seharusnya tabu dan menjadi aib keluarga cederung dengan gampangnya dipertontonkan kepada umum melalui siaran televisi, misalnya perkelahian antar rumah tangga dan sebagainya.

Padahal kata Gubsu jika orang beradat semuanya bisa diselesaikan secara adat dan diserahkan kepada adat. “JAdi bukan malah dipertontonkan seperti yang rutin digelar pada salah satu acara di televisi,” kata Gubsu. Melalui adat,sebutnya akan gampang menyelesaikan segala persoalan bahkan meluruskan orang-orang yang tersesat.

Acara pelantikan juga dihadiri para tokoh lainnya yakni Ketua MHN Zulkarnain Damanik yang juga Bupati Simalungun, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH, Kepala Pengadilan Tinggi Militer Kolonel Anton Saragih SH, Kepala Dinas INfokom Drs Edy Sofyan, Ketua PMS Siantar Minten Saragih, Ketua PMS Deliserdang Alisman Saragih SH, dll.

Pada kegiatan itu juga dilakukan pemakaian seperangkat pakaian adat kepada Gubsu H SyamsuL Arifin dan kepada Pj Walikota Medan DRS Rahutman Harahap, serta menyematkan ulos “pamotting” kepada sejumlah tokoh-tokoh Simalungun yang ada di Medan. Acara pelantikan pengurus baru PMS juga dirangkaikan dengan hiburan tari dan lagu-lagu Simalungun.

Sebelumnya Ketua Panitia Amsosn Purba, didampingi Jonni Edi Marson Purba SH, Jamin Damanik SE dan Jarusdin Saragih mengatakan  penyelenggaraan Musda PMS Medan  menjadi kebahagiaan dan tantangan tersendiri bagi panitia.

Ini terjadi karena Musda (Harungguan Urung) PMS Medan tahun ini diharapkan melahirkan  kepengurusan yang bisa meneruskan kepemimpinan PMS Medan yang sebelumnya dipimpin Drs T Zulkarnaen Damanik MM.(irm)