Walikota Minta Politeknik MBP Berbenah Diri

MEDAN (Berita): Pj Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM mengatakan, Politeknik MBP di usia ke-7 agar berpacu meningkatkan kualitas pendidikannya. Sebab jika tidak, maka akan tertinggal dan pasti akan sulit untuk mengejarnya.

“Kedepan, Politeknik MBP diharapkan agar terus membenahi perguruan ini baik dari segi aspek fisik maupun kualitas pendidikan seiring dengan cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini,” ujar Rahudman Harahap ketika menghadiri Dies Natalis ke-7 Politeknik MBP Jl Letjen Jamin Ginting, Sabtu kemarin.

Hadir pada acara tersebut Kadis Pendidikan Provinsi Sumut Drs H Bahrumsyah MM, Kadis Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri MM, Direktur Politeknik MBP Drs Tenang Malem Tarigan Ak MSi, Ketua Panitia Dies Natalis Drs Anggiat P Simamora SH dan Kahumas Drs Romanus Sipayung.

Kampus Politeknik MBP merupakan salah satu perguruan yang menjadi pilihan para tamatan SLTA di kota Medan , karena diketahui kampus ini menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap pakai serta berdaya saing untuk mengisi berbagai lowongan kerja baik di PNS maupun di perusahaan swasta dan lainnya.

Oleh sebab itu kata Pj Walikota diharapkan agar berpacu meningkatkan kualitasnya supaya dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat kota Medan pada khususnya.

Menurut Rahudman, peringatan dies ke-7 Politeknik MBP ini merupakan momentum agar dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi keberadaan perguruan tinggi ini selama tujuh tahun terakhir ini.

“Kita memang melihat perkembangan Politeknik MBP cukup menggembirakan karena dalam usia 7 tahun perguruan ini telah mampu mencapai kemajuan berarti. Hal itu terlihat dari keadaan kampus ini sekarang telah tertata dengan baik.

Pemko Medan sangat respek terhadap pembinaan pendidikan di kota Medan . Bahkan bidang pendidikan merupakan salah satu program utama yang menjadi prioritas. Diharapkan seluruh lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta agar terus berbenah menata program pendidikannya masing-masing dengan orientasi berbasis kompetensi.

Direktur Politeknik MBP Tenang Malem menambahkan, meskipun masalah pendidikan banyak disoroti oleh masyarakat luas sekarang ini terutama dalam hal kualitas lulusannya. Namun itu menjadi cambuk untuk berbuat lebih baik karena Politeknik MBP berprinsip lulusannya tidak akan menjadi beban di tengah masyarakat akan tetapi menjadi penyejuk bagi setiap orang.

Dengan menggunakan prinsip itulah, lembaga pendidikan vocational ini akan tetap diminati masyarakat tidak hanya bagi warga kota Medan dan Sumut tapi juga masyarakat luar provinsi.

Kendatipun dalam operasionalnya sehari-hari, Politeknik MBP harus menghadapi terutama karena PLN sering melakukan pemadaman listrik namun proses belajar mengajar di kampus ini tidak pernah terganggu karena telah memiliki mesin genset yang setiap saat dapat dimanfaatkan sehingga mahasiswa tidak pernah terganggu untuk menuntut ilmu.

Politeknik MBP yang kini memiliki 16 program studi di usia ke-7 ini dinilai telah banyak membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan khususnya dalam bidang pendidikan. Bahkan di usia seumur jagung ujar Tenang Malem sudah menunjukkan prestasi 5 besar secara nasional dan menjadi lembaga pendidikan terbaik di Sumut serta berturut memenangkan hibah kompetisi dari Dirjen Dikti. (aje)

Comments are closed.