DPRD SU Minta Lingga Napitupulu Jangan “Buang Badan”

Pematang Siantar (Berita): Kalangan Wakil rakyat DPRD SU menyesalkan sikap Ketua DPRD Pematang Siantar Lingga Napitupulu yang terkesan ‘buang badan’ dalam menyikapi persoalan ruilslag dua sekolah di kota pendidikan tersebut yang belakangan menuai konflik di lingkungan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Su Japorman Saragih bahkan mengaku kesal dengan sikap Lingga, yang sepertinya sengaja melemparkan kesalahan yang telah dilakukannya ke DPRD SU.

“Dari awal diusulkannya ruilslag oleh Pemko Siantar kan mendapat persetujuan dari DPRDnya, Dalam hal ini Lingga yang pertama menandatanganinya, kenapa belakangan setelah dianggap bermasalah dia malah seperti seorang yang tidak bersalah,” kesal Japorman, usai mengunjungi SMA N 4 dan SD 122350 yang berlokasi di Jalan Pattimura-Pematang Siantar, Sabtu [01/08].

Konflik persoalan ruilslag dua sekolah tersebut hingga kini terus berlanjut. Ribuan masyarakat, para siswa, guru yang menolak dilakukannya pemindahan SMA N 4 dan SD 122350 hingga, Sabtu kemarin masih terus memenuhi gedung tersebut.Apalagi ketika itu mereka mengetahui para wakil rakyat dari Komisi E dan A DPRD SU akan meninjau sekolah tersebut.

Beragam keluhan dan hujatan kepada Walikota Siantar RE Siahaan pun disampaikan kepada para anggota dewan yang dipimpin Wakil Ketua Japorman Saragih.

Warga mendesak untuk berdialog, apalagi menurut mereka persoalan pendidikan di Siantar bukanlagi melibatkan dua sekolah SMA 4dan SD 122350, namun sudah merembet ke sekolah-sekolah lainnya.

“Saya guru SMA 1 Pak,ikut-ikutan dimutasi bersama 9

delapan guru lainnya. Kami diperlakukan sewenang-wenang Pak,” kata Megawarni Siahaan. Dia juga mengaku baru saja siuman dari pingsan akibat tertabrak mobil aparat saat ikut bersolidaritas di SMA 4.

Begitu juga dengan pengakuan beberapa guru lainnya,serta seorang murid kelas tiga SMA 1 Lasenna Siallagan yang merasa prihatin guru-guru terbaik di SMA 1 telah dimutasi secara sewenang-wenang.

Massa juga sempat memaksa para anggota dewan untuk berdialog dengan mereka.Namun para wakil rakyat menolak untuk berdialog khusus dengan warga, dengan alasan mereka juga telah memahami semua keluahn warga. Bahkan Japorman Saragih mengatakan pihaknya telah menemui Walikota Siantar RE Siahaan dan membicarakan seputar

persoalan tersebut. “Namun kita hanya berhak memberikan sebatas saran dan usulan dan bukan untuk mengambil kesimpulan. Keputusan tetap kepada Pak RE Siahaan,” kata Japorman.

Jawaban itu agaknya tak cukup untuk memberikan rasa puas di kalangan warga, apalagi ketika itu Lingga Napitupulu juga hadir di tengah-tengah massa dan terkesan ikut ‘memana-manasi’ suasana.

Di hadapan warga Lingga berteriak-teriak akan mencabut kembali tandatangan persetujuannya. Dia juga mendesak agar DPRD SU jangan diam saja dan segera bersikap, agar mencopot RE Siahaan dari jabatannya sebagai Walikota. Lingga bahkan mengancam Japorman Saragih yang merupakan rekan se parpolnya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan diusulkan untuk di PAW jika tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal itu membuat massa semakin panas, hingga sempat menahan lima anggota DPRD SU yakni Raden M Syafii (PBR), Darwis (PKS), Effendi Naibaho (PDI-P), Syukron Tanjung (Golkar) dan Syamsul Hilal (PDI_P) selama hampir dua jam.

“Silahkan saja dia (Lingga) mencabut kembali tandatangannya, namun bukan berarti dia terbebas dari tanggungjawabnya dan terkesan melemparkan kesalahan yang pernah dilakukannya ke DPRD SU,” cetus Japorman kesal.Karena kata Japorman, jika tidak ada persetujuan awal dari DPRD setempat proses ruilslag tak akan berjalan.(irm)