Anjungan Aceh Selatan Mendapat Perhatian Luas Dari Pengunjung

TAPAKTUAN(Berita): Anjungan Aceh Selatan  salah satu anjungan yang sangat menjadi perhatian luas dari para pengunjung. Karena cirri khas yang ditampilkan  betul-betul benda yang sangat bersejarah bagi orang Aceh.

Walaupun  rumah tersebut dibangun dengan  sederhana namun  melihat isi dalamnya sangat menjadi perhatian bagi si kita semua sebut Lina. Begitu juga pelaminan yang menampilkan pelaminan dari daerah kluet yang begitu mempersona dengan wajah yang lama dan yang baru.

Juga dibawah rumah Aceh terlihat benda-benda kuno yang salah satunya sepeda yang dipakai oleh orang jual ikan, kemudian juga terlihat jala, dan juga langai, serta berbagai macam lainya benda-benda kuno yang mendapat perhatian dari masyarakat luas.

Kemudian di dalamnya disamping pelaminan juga dipajangkan salah satu baju tokoh agama Aceh Selatan Almarhum  Tgk Syeh Muda  Wali dan juga baju dari kulit kayu serta menampilkan fhoto-fhoto sejarah datok dan kepemerintahan masa jaman Aceh Selatan.

Serta masih banyak lainya yang harus kita melihatnya satu persatu yang sangat aneh adanya baju dari kulit kayu, mungkin sangat langka didapati dari anjungan lain, sebut lina lagi.

Luar biasa karena berbagai benda kuno tetap ada di anjungan Aceh Selatan, sangat jauh berbeda dari anjungan lainya, apa lagi anjungan –anjungan yang dari daerah lain banyak dibuat dengan modern sekarang, hilang sejarah bila dilihat sekarang ini, tambah jurina salah satu pengunjung yang saban hari ke anjungan Taman Sri Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Anjungan Aceh Selatan dibawah rumahnya itu juga terlihat fhoto-fhoto perjuangan Aceh yang termasuk salah satu fhoto pahlwan yang menjadi sejarah utama buat Aceh Selatan dan pada umumnya Provinsi Aceh.

Kemudian berbagai keunikan keunikan lagi termasuk belanga dan paruk garam renkan tempat alas belanga, dan tempat cabe serta bawang serta tempat tomat memang betul-betul menampakkan cirri khas kehidupan orang Aceh pada umumnya dan khususnya Aceh Selatan yang disebut-sebut kabupaten pala dan kota naga dalam Provinsi Aceh, pungkasnya.(YUN).