Alumni ITM Berperan Membangun Bangsa
MEDAN (Berita): Rektor Institut Teknologi Medan(ITM) Ir Mahrizal Masri MT menyatakan dalam era globalisasi dan kompetisi ini segala hal yang diinginkan hanya dapat diperoleh dengan kualitas kemampuan intelektual tinggi serta niat dan kerja keras.
Mahrizal Masri di hadapan 295 sarjana ITM di Selekta Convention Hall Jl Listrik Medan, Sabtu kemarin, mengatakan dalam berkompetisi tidak hanya mengandalkan kemampuan intelektual tapi juga dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual.
“ITM dengan disiplin ilmu dan fasilitas yang dimiliki baik melalui staf pengajar maupun para alumninya yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki peran besar dalam membangun bangsa,” ucapnya.
Dia mencontohkan, Fakultas Teknologi Mineral yang memiliki jurusan geologi danteknik pertambangan berperan dalam pengelolaan sumber daya alam dan mineral serta pemahaman akan sifat bumi. Kekayaan sumber daya alam dan mineral serta pemanfaatannya secara berkelanjutan sangat membutuhkan tenaga ahli yang berkualitas secara keilmuan sekaligus memiliki kecerdasan emosi dan spiritual sehingga sumber daya mineral tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat dan negara dan tidak merusak alam.
Begitu juga dengan Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan memiliki andil besar dalam mewujudkan kehidupan kota dan kabupaten yang nyaman, aman, manusiawi, tidak merusak lingkungan dan menyediakan penghidupan bagi penduduknya dilengkapi dengan fasilitas umum dan prasarana yang layak.
Kondisi ini hanya dapat dicapai dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang baik dari semua pihak yang berkepentingan. Misalnya, kota dan kabupaten dibangun tanpa menimbulkan banjir, tanah longsor, polusi udara, polusi suara, lalu lintas tidak macet dan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Bangunan didirikan dengan mempertimbangkan karakteristik budaya penduduk setempat dan tidak menimbulkan efek rumah kaca. Jaringan jalan dibangun dengan memperhatikan kondisi geologi agar tidak longsor dan menghindari pemanfaatan daerah pertanian subur. Manusia akan terus melakukan kegiatan sehingga kota dan kabupaten juga akan terus berkembang.
Sedangkan untuk Fakultas Teknologi Industri telah membuka program baru yang sangat dibutuhkan pada era globalisasi saat ini. Kebutuhan atas kemampuan teknologi komunikasi yang tinggi. Perkembangan teknologi juga membutuhkan tenaga terampil yang handal sesuai dengan kebutuhan industri berskala nasional maupun internasional.
Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama dengan pihak industry dan perguruan tinggi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Seperti kerjasama ITM telah mengirim mahasiswa teknik elektro untuk melaksanakan kerja praktek ke University Malaysia Perlis.
Momentum Dies Natalis ITM ke 49 ini merupakan momen yang sangat tepat bagi sivitas akademika untuk melakukan introspeksi diri dan perenungan akan tujuan awal pendirian ITM serta berbagai hal yang dicapai selama ini. Disamping kemajuan yang telah dicapai masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar ITM mampu bersaing di dunia global.
Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Drs H Syamsuddin Djamin MM meminta kepada wisudawan berkewajiban belajar terus berjalan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja serta memperluas wawasan. Apalagi di era globalisasi yang persaingannya begitu ketat dituntut bidang tenaga kerja yang profesional.
Ketua Panitia Wisuda Sarjana ITM Ir Suhelmi melaporkan, dari 295 lulusan itu terdiri dari 93 orang jurusan teknik mesin 93 orang, teknik elektro 71 orang, sarjana teknik industri10 orang, teknik kimia 13 orang, teknik sipil 63 orang, teknik arsitektur 19 orang dan teknik perencanaan wilayah kota 8 orang, teknik geologi 6 orang dan teknik pertambangan 12 orang sarjana.(aje)