Pemberdayaan Ekonomi Menjadi Bagian Dari Penanganan HIV/AIDS

Cikeas, Bogor ( Berita ) :  Pemberdayaan ekonomi bagi orang yang terpapar HIV/AIDS dan keluarganya akan menjadi bagian dari program penanganan HIV/AIDS secara nasional sehingga penanganan masalah itu dapat berjalan secara simultan.

Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS Nafsiah Mboi, usai bertemu dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Puri Cikeas, Jumat [31/07] mengatakan, upaya itu akan didorong sehingga baik pengidap HIV/AIDS maupun keluarganya dapat keluar dari masalah ekonomi keluarga.

“Untuk terapi dan pengobatan tentunya memerlukan biaya, dengan pemberdayaan ekonomi ini maka hal itu dapat tertanggulangi, mereka bisa mempunya penghasilan,” kata Nafsiah yang didampingi oleh Ketua Panitia Kongres HIV/AIDS Asia Pasifik Prof. dr. Zubairi Djoerban.

Lebih lanjut Nafsiah mengatakan, Ibu Negara Ani Yudhoyono yang juga menjadi Duta AIDS Indonesia memberikan dukungan serta masukan terhadap berbagai upaya penanggulangan penularan HIV termasuk program pemberdayaan ekonomi.

“Salah satu cara yang akan ditempuh adalah penghilangan stigma terhadap mereka yang mengidap HIV dan juga mereka yang dianggap golongan yang berisiko terpapar virus tersebut,” katanya.

Dengan tidak adanya stigma dan juga melakukan sejumlah pelatihan serta upaya berbagai pengalaman terkait pemberdayaan ekonomi maka target dari pendekatan itu bisa tercapai.

Ibu Negara Ani Yudhoyono, Jumat pagi di kediaman pribadi Puri Cikeas Bogor, menerima panitia Kongres HIV/AIDS Asia Pasifik yang akan berlangsung Agustus mendatang di Nusa Dua Bali.

Ketua panitia penyelenggara, Prof. DR. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM yang juga adalah Ketua Masyarakat Peduli AIDS Indonesia bersama sejumlah panitia penyelenggara lainnya bertemu dengan Ibu Ani sekitar pukul 10:00 WIB.

Pada Tanggal 9-13 Juni nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Sebanyak 3.000 peserta dari 51 negara Asia dan 14 negara Pasifik diperkirakan akan hadir dalam kongres ini.

Tema ICAAP ke-9 adalah “Memberdayakan Manusia, Memperkuat Jejaring” (Empowering People, Strengthening Networks), yang dapat mendukung terciptanya komunitas dinamis dengan manusia-manusia berdaya di seluruh kawasan Asia dan Pasifik sehingga mampu melakukan penangulanggan holistik dan lebih efektif dalam menanggapi pandemi lintas batas di negara-negara kawasan ini.

Sebelum upacara pembukaan pada 9 Agustus, Ibu Ani Yudhoyono yang juga duta AIDS Indonesia bersama duta AIDS Australia Murray Proctor akan mengadakan sebuah pertemuan tingkat tinggi Duta AIDS.

Pertemuan ini akan membahas peranan Duta AIDS di kawasan Asia dan Pasifik dalam peningkatan mobilisasi gerekan HIV dan AIDS dan akuntabilitas penanggulangan. (ant )