Pil KB CPA Kontrasepsi Efektif Membuat Wanita Tetap Cantik

MEDAN (Berita): Pil KB dengan Cyproteron Acetate (CPA) yang mengandung kombinasi antara estrogen dan progestogen selain diindikasi untuk kontrasepsi yang efektif juga dapat mengatasi gejala hiperandrogen pada wanita yang ingin ber-KB dan tetap cantik.

“CPA yang merupakan hormon sintetis yang bekerja secara kompetitif menduduki reseptor androgen sehingga menurunkan kadar androgen bebas yaitu mengurangi produksi minyak pada kulit serta mencegah timbulnya masalah kulit seperti jerawat. Hal tersebut diungkapkan Prof dr Delfi Lutan, MSc. SpOG (K), dalam acara “Kontrasepsi Oral vs Hiperandrogen” yang diselenggarakan Bayer Schering Pharma, di Hotel JW Marriott Medan, Jumat [24/07].

Dikatakan Delfi, gejala hiperandrogen pada wanita dapat terlihat antara lain pada kulit dan rambut. Gejala yang tampak yaitu kulit berminyak, jerawat, dan pertumbuhan rambut yang tidak normal pada wanita.

“Jerawat merupakan gangguan yang penyebabnya multifaktor, yang terkait dengan adanya seborea, sebelum tertahan dan terjadinya inflamasi. Pembentukan dari komedo (blackheads), yaitu hasil dari tersumbatnya saluran sebasea. Oleh karenanya, pil KB dengan CPA bisa mengatasi jerawat pada wajah, leher, dan punggung sampai dengan 72 persen setelah pemakaian 6 siklus dan mencapai 100 persen pada siklus,” tukas Delfi.

Ditambahkannya, hiperandrogen juga merupakan gejala yang terlihat seperti gangguan siklus menstruasi (haid) pada wanita, amenore, anovulasi, obesitas (kegemukan), metabolisme tubuh, resistensi insulin (peningkatan resiko diabetes melitus) dan lemak yang tidak normal serta peningkatan resiko penyakit kardiovaskular.

Pil KB dengan CPA untuk mengatur hormon Estrogen dan Progesteron (hormon reproduktif) dengan cara menghambat produksi alami estrogen dan progesteron oleh ovarium, sehingga menghambat proses pertumbuhan. “Pil ini juga mengatur hormon dengan memblok efek androgen untuk mencegah timbulnya jerawat baru dan bintik hitam. Pil KB dengan CPA merupakan pilihan kontrasepsi bagi wanita yang ingin ber-KB dan tetap cantik,” cetus Prof Delfi.

Dikatakanya lagi, pil KB dengan CPA dikemas dalam kemasan kalender berisi 21 pil dan tiap-tiap pil tersebut mengandung Ethinil estradiol dan Cyproteron Acetate (CPA) 2 mg. Disamping itu, kesalahan dalam minum pil bisa mencapai 450 siklus dan apabila melihat 2 kasus diatas kemungkinan terjadinya kehamilan 0,1/100 wanita/tahun pemakaian sangat rendah.

“Maka, Pil KB dengan CPA mempengaruhi perubahan servikal mukus menjadi kental, yang akan mencegah penetrasian dari sperma melalui serviks dan akan mempengaruhi sekresi dari endometrium. Pada kenyataannya, pil KB dengan CPA akan menormalkan siklus haid pada wanita yang sebelum terapi siklusnya tidak normal, dan pengeluaran darah haid juga akan berkurang pada pasien-pasien yang mempunyai pengalaman dengan pengeluaran darah haid yang berlebihan sebelum pemakaian pil KB dengan CPA,” Ujar Delfi.

Saat ditanya mengenai siapa yang membutuhkan kontrasepsi, Delfi mengatakan, kebanyakan adalah pasangan muda yaitu pertimbangan karier dan keuangan, Kesiapan mental dan fisik Gairah seks yang sedang membara, ujarnya.

Kontrasepsi oral dan keuntungannya yaitu, memiliki kontrol siklus yang baik, menghilangkan nyeri ovulasi, menanggulangi rasa sensitif pada payudara, Kontrasepsi oral plus yang dapat memperbaiki kondisi kulit Seperti jerawat. Kesimpulannya, OC Plus CPA merupakan kontrasepsi oral reversibel yang sangat efektif (PI=0.1), dan OC Plus CPA efektif mengatasi masalah hiperandrogen seperti kulit berminyak, jerawat, hirsutisme, dan PCOS.(pan)