Mampu Menghadapi Terorisme Perlu Persatuan Dan Kesatuan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia mampu menghadapi terorisme. Untuk itu akan dilakukan pemasyarakatan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Keamanan bukan hanya sekadar untuk membangun ekonomi tapi juga untuk kehidupan bermasyarakat.

Ketika 11 tahun lalu keaamanan di Indonesia buruk belakangan ini sudah semakin baik, rakyat pun semakin tenang bekerja. Keamanan itu bukan hanya tugas aparat tapi harus dibantu oleh masyarakat. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.

Memang jika dibandingkan dengan puluhan tahun lalu keamanan di Indonesia  lima tahun belakangan ini sudah baik. Orang tidak begitu takut lagi lintas malam antar kota dan di dalam kota. Tapi satu yang perlu juga adalah bepergian ke tempat ramai, terlebih ke tempat mewah.

Takut meledak bom, seperti yang terjadi Jumat 17 Juli 2009 di Jakarta.  Tewas tanpa dapat dikenali lagi  orangnya. Inilah yang belakangan penting diperhatikan aparat negara dan masyarakat.

Jika ada dari aparat atau petugas untuk keamana ini, masyarakat yang melihatnya berperan yakni menegor mereka. Jangan dibiarkan begitu saja sebagai penonton. Sebab  akan ikut jadi korban.

Perhatikan foto vidio yang disiarkan TV. Sudah terjadi kejanggalan ketika hendak tas dicek, ada satu tas tidak dicek tapi dibawa orang lain setelah badannya dicek. Coba perhatikan gambar itu dengan seksama.

Tapi karena semua diam, orang nakal pun menjalankan kegiatannya jadilah bom meledak dengan menelan korban jiwa dan harta benda.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengatakan Indonesia mampu mengatasi aksi terorisme, termasuk tentunya tidak sempat terjadi ledakan.   karena presiden sekarang masih memimpin bangsa ini untuk lima tahun mendatang, tentu akan mempersiapkan perangkat untuk itu, termasuk dana yang cukup. Melawan terorisme atau penjahat lain, harus banyak dana. Bahkan untuk kejahatan korupsi pun harus banyak dana, jika tidak petugas dapat terpengaaruh karena janji dan uang.

Saya selaku rakyat menyambut baik tentunya pernyataan presiden , Indonesia mampu mengatasi terorisme. Untuk itu saya mengajak temanku rakyat untuk tetap aktip di tempat ramai memperhatikan sekelilingnya.

Jangan tidak mau tau  gerakan sekelilingnya.  Terkadang rakyat ini mampu untuk memperhatikan gerakan karena nalurinya atau ada instink pada dirinya. Jika nerasa ada kelainan, bisikkan saja kepada petugas  didekatnya.

Jika tidak mau tau, kepada orang yang dirasa bertanggung jawab di lokasi itu. Yang penting, jika ada pembisik jangan dijadikan yang mengetaahui akan ada yang terjadi membuat dia terangka. Inilah membuat banyak dari rakyat tidak mau menolong yang kecelakaan di jalan, karena dia dijadikan tersangka.

Ditahan sebelum tersangka aslinya tertangkap. Taulah jika sempat ditahanan petugas, bermacam ragam yang terjadi. Bagaimana kesigapan aparat negara mengahadapi terrorisme dan kejahatan lainnya seperti korupsi.? ( Marihot Siagian di Glugur Medan. )

Comments are closed.