SBY : Pariwisata Jangan Rusak Alam Dan Budaya
TANAM INTI BIBIT MUTIARA : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) melakukan penanaman bibit inti mutiara secara simbolis usai peluncuran Visit Lombok Sumbawa 2012 di Senggigi, Gerung, Lombok Barat, NTB, Senin (6/7). Peluncuran Visit Lombok Sumbawa 2012 juga dirangkai dengan pembukaan International Ecotourism Bisnis Forum 2009 serta penobatan Putri Mutiara oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. ( FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi/Koz/mes/09. )
Mataram ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar pemanfaatan keindahan alam dan budaya sebagai modal industri pariwisata jangan sampai membawa dampak negatif.
Pada peluncuran program “Visit Lombok Sumbawa 2012″ di Santosa Villas & Resort, Senggigi, Lombok Barat, Senin [06/07] , Presiden mengatakan perkembangan sektor pariwisata sebagai pendorong perkembangan ekonomi daerah tidak pernah dimaksudkan untuk komersialisasi alam dan budaya secara negatif.
“Pengembangan pariwisata harus sebagai bagian integral pembangunan nasional, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan, bertanggungjawab, dengan tetap memberi perlindungan kepada nilai-nilai agama dan budaya yang tumbuh di masyarakat serta kepentingan nasional,” tutur Presiden.
Komersialisasi negatif yang bisa dibawa oleh perkembangan industri budaya, lanjut dia, adalah ancaman rusaknya ekosistem lingkungan dan hilangnya nilai-nilai budaya yang luhur.
Indonesia, menurut Presiden, justru harus pandai mengambil dampak positif dari industri pariwisata sebagai peluang memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan akses bangsa pada era globalisasi.
Untuk itu, Presiden meminta pembangunan sektor pariwisata dilakukan secara berwawasan lingkungan dengan memperhatikan perlindungan kepada alam sekitar dan nilai seni budaya.
Pemerintah, kata Presiden, telah berupaya merevitalisasi pembangunan sektor pariwisata dengan meningkatkan sarana pariwisata, kualitas sumber daya manusia, manajemen dan teknologi serta memberikan kemudahan bagi pelaku industri pariwisata.
Untuk itu, Presiden meminta para kepala daerah agar memberi kemudahan ijin kepada investor di bidang pariwisata serta giat berpromosi keunggulan wilayahnya masing-masing.
Pemerintah, lanjut dia, telah memberi dukungan kepada perkembangan industri pariwisata dengan berupaya memperluas dan menghubungkan akses darat, laut, dan udara dari semua tempat potensi wisata di Indonesia.
Apresiasi Sektor Pariwisata
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, atas pencapaian sektor pariwisata di Indonesia selama lima tahun terakhir.
Pada peluncuran “Visit Lombok Sumbawa 2012″ di Santosa Villas & Resorts, Senggigi, Lombok Barat, Senin, Presiden mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui program Visit Indonesia Year 2008 sebanyak 6,4 juta orang, bukan hanya yang tertinggi selama lima tahun terakhir, tetapi terbanyak sepanjang sejarah.
“Kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saya memberikan apresiasi khusus atas pencapaian pariwisata hampir lima tahun terakhir ini,” ujarnya.
Sebelum Presiden berpidato, Menbudpar Jero Wacik melaporkan prestasi industri pariwisata yang mencapai rekor tertinggi 6,4 juta wisatawan asing dan nilai devisa mencapai 7,5 miliar dolar AS dari program Visit Indonesia Year 2008.
Menbudpar menyebutkan sukses Visit Indonesia Year 2008 itu digunakan sebagai payung keberhasilan bagi berbagai program pariwisata lokal seperti Visit Musi 2008, Visit Batam 2008, dan kini Visit Lombok Sumbawa 2009.
Presiden dalam pidatonya memberi penjelasan rinci pada perkembangan industri pariwisata yang dinilai cukup berhasil selama lima tahun terakhir.
Menurut Presiden, pada 2008 di tengah resesi perekonomian dunia, sektor pariwisata justru tampil sebagai penyumbang devisa ketiga terbesar setelah sektor Migas dan kelapa dawit, sebesar Rp75 triliun.
“Kontribusinya ini jumlah yang tidak sedikit, pda saat yang sama menyumbang 11,03 persen produk domestik bruto nasional,” ujarnya.
Sektor pariwisata, lanjut Presiden, juga memberi sumbangan investasi di Indonesia sebesar hampir lima persen dan menyediakan lapangan kerja untuk 6,7 juta orang.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga terus meningkat, bahkan pada 2008 jumlah yang kita capai adalah angka tertinggi dalam sejarah kepariwisataan, bukan hanya satu tahun terakhir tapi dalam sejarah kepariwisataan selama ini,” tutur Presiden.
Ia berharap sektor pariwisata dapat membawa efek multiganda, baik sebagai penyumbang devisa maupun percepatan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Selain itu, pariwisata juga diharap dapat mempercepat pembangunan daerah yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Setelah memberikan pujian, Presiden menginstruksikan Menbudpar untuk terus berkoodinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata guna menggali terus daerah-daerah di tanah air yang berpotensi untuk dijadikan tempat wisata. ( ant )
