3 Gubernur Dapat Penghargaan Dari Pemerintah AS, Termasuk Gubsu
Gubsu H Syamsul Arifin, SE menerima penghargaan dari pemerintah AS dan diserahkan melalui Duber AS untuk Indonesia Cameron R Hume didampingi Konsul AS di Medan Sean B Stein pada acara HUT Ke-233 Amerika Serikat di Hotel JW Marriot Medan, Sabtu [04/07] malam. (Berita Sore/laswiyati waked)
MEDAN (Berita): Srerang-kaian Hari Ulang Tahunnya ker 233, pemerintah Amerika Serikat melallui Kedutaan Besar AS di Indonesia memberikan penghargaan kepada tiga gubernur yakni Gubsu H Syamsul Arifin, SE, Gubernur Sumsel Alex Nurdin yang dinilai berhasil mengedepankan wajib belajar hingga SMU dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan kebijakan pelestarian lingkungan.
Penghargaan juga diberikan kepada Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman yang sukses mengoordinir International Investment Forum, Editor Serambi Indonesia Yarmen Dinamika yang ikut membantu perdamaian di Aceh dan Enterpreneur Christina Fowler ikut memperkenalkan keindahan dan potensi wisata Sumbar dan Nias.
Penghargaan itu diberikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R Hume didampingi Wakil Dubes Ted Osius pada acara HUT ke 233 AS di hotel JW Marriot Jalan Putri Hijau Medan Sabtu [04/07] malam.
Hadir di sana perwakilan negara sahabat di Medan, Muspida dan pimpinan DPRD Sumut, Gubernur Sumsel Alex Nurdin, pejabat sipil dan militer. Pada acara yang dirangkaikan perkenalan Konsul AS di Medan yang baru, Stanley Harsha oleh konsul yang lama Sean B Stein tersebut, Pemerintah AS memberikan penghargaan kepada Gubsu H Syamsul Arifin SE dalam hal kepemimpinan merakyat dan advokasi yang terus menerus membantu masyarakat miskin di Sumut.
Pemerintah AS menilai Gubsu merupakan sahabat konsulat yang telah memungkinkan Kon-sulat Amerika Serikat untuk kembali dibuka setelah 10 tahun tidak beroperasi di Medan.
Dengan dukungan dan kepemimpinan Gubsu, pihak AS menilai begitu banyak program yang sudah dicanangkan, mulai dari vaksinasi, penyediaan air bersih, dan peningkatan mutu pendidikan bukan hanya di sekolah regular, akan tetapi juga di Pesantren. Komitmen Gubsu tidak mau rakyat sakit, bodoh dan lapar, dinilai pantas menja-di motto semua pihak dalam melaksanakan tugas.
Gubsu didampingi Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP kepada wartawan usai menerima penghargaan ini mengemukakan penghargaan dimaksud hakekatnya bukan untuk pribadinya melainkan untuk seluruh masyarakat Sumut. ‘Kita bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan pihak AS tersebut, ujarnya.
Dubes AS untuk RI Cameron R Hume gembira hubungan ini cukup harmonis dan komitmen untuk membangun bersama sangat diperlukan karena diakuinya tidak ada negara yang bisa bekerja sendiri di era global.
Sedangkan Sean Stein me-ngemukakan segala kontribusi pihaknya tidaklah akan berarti tanpa kinerja yang berkesinam-bungan dari pihak Indonesia termasuk Pemerintah Provinsi Sumut.
“Berbagai bantuan yang telah diberikan, kemitraan yang sudah dijalin, sebenarnya merupakan bukti bahwa kita selalu sejalan dan mempunyai banyak kesamaan dalam prinsip dan ide-ide,’ ujarnya.
Lebih lanjut Sean Stein yang pada malam itu merupakan malam terakhirnya tugas selaku Konsul AS di Medan mengemukakan Sumut adalah kampungnya juga dan mengaku sangat berat hatinya meninggalkan Sumut.
’Tidak mungkinlah saya dan keluarga saya lupa Medan, sama Sumatera, sama senyum dan canda kita semua. Tapi, mudah-mudahan ini bukan perpisahan selamanya. Saya balek lagi ke sini satu masa mudah-mudahan…. Yang jelas, saya tau kalau saya balek ke sini, udah ada rumah buat saya tidur malam, dan nggak kuatir sama makan, karena udah banyak saudara di sini,’ tuturnya dengan dialek khas Medan.
Sean akan mulai bertugas menjadi konsul di Taiwan selama sekira 11 bulan dan kemudian pindah lagi ke China. Namun Sean mengaku tetap mencintai Indonesia, apalagi isterinya Cici Stein berasal dari Bandung dan kini sudah menjadi warga negara AS.
Akan halnya Stanley Harsha, konsul yang baru di Medan, sudah empat kali malang melintang menjabat konsul di Indonesia, pertama kali datang tahun 1987, termasuk di Medan. Bahkan anak pertamanya yang lahir di Solo, tapi dibesarkan di Medan. Stanley juga beristerikan wanita Solo dan anak pertamanya diberi nama Annisa umur 21 tahun dan paling kecil Sean. Menurutnya, Indonesia enak karena ragam budayanya sehingga memberikan kenikmatan tersendiri, terlebih banyaknya aneka makanan di sini. (wie)